Hadis Harian

Hadits Arbain Ke 15 : Keimanan dan Etika Seorang Muslim

Namun, walaupun bersifat abstark, iman bisa diperlihatkan melalui perbuatan dan etika-etika yang telah diajarkan oleh Allah dan rasul-Nya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
nu.or.id
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Definisi tentang iman terkadang sulit didefinisikan karena iman memang sesuatu hal yang bersifat abstark untuk dijelaskan.

Namun, walaupun bersifat abstark, iman bisa diperlihatkan melalui perbuatan dan etika-etika yang telah diajarkan oleh Allah dan rasul-Nya.

Berikut etika yang diajarkan Rasulullah untuk memperlihatkan kualitas keimanan seorang muslim, yang tercantum dalam kitab hadits arba’in An-Nawawi yang ke 15,

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَومِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ) رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata baik atau hendaklah dia diam. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia memuliakan tetangganya. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari No. 6018 dan Muslim No. 47)

Kalimat “barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat”, maksudnya adalah barang siapa beriman dengan keimanan yang sempurna, yang (keimanannya itu) menyelamatkannya dari adzab Allah dan membawanya mendapatkan ridha Allah, “maka hendaklah ia berkata baik atau diam” karena orang yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya tentu dia takut kepada ancaman-Nya, mengharapkan pahala- Nya, bersungguh-sungguh melaksanakan perintah dan meninggalkan larangan-Nya.

Yang terpenting dari semuanya itu ialah mengendalikan gerak-gerik seluruh anggota badannya karena kelak dia akan dimintai tanggung jawab atas perbuatan semua anggota badannya, sebagaimana tersebut pada firman Allah : “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati semuanya kelak pasti akan dimintai tanggung jawabnya”. (QS. Al Isra' : 36) dan firman-Nya: “Apapun kata yang terucap pasti disaksikan oleh Raqib dan 'Atid”. (QS. Qaff : 18).

Kalimat “hendaklah ia memuliakan tetangganya, maka hendaklah ia memuliakan tamunya” menyatakan adanya hak tetangga dan tamu, keharusan berlaku baik kepada mereka dan menjauhi perilaku yang tidak baik terhadap mereka.

Pelajaran Hadits

  1. Iman berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Islam mengajarkan untuk untuk menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang antar sesama.
  3. Termasuk kesempurnaan iman adalah berkata baik atau diam.
  4. Berlebih-lebihan dalam berbicaara dapat menyebabkan kehancuran sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
  5. Islam mengajarkan untuk selalu menghormati tetangga agar tercipatanya lingkungan yang harmonis.
  6. Islam juga mengajarkan untuk selalu memuliakan tamu dan melayaninya dengan sangat baik.

 

(MG An-Nafi)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved