Bermain Permainan Tradisional Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak

Permainan tradisional menjadi sarana orang tua zaman dulu untuk mengajarkan nilai kebaikan, nilai moral, hingga etika. 

Istimewa
Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi dan anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik dalam Podcast Bincang Keluarga. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkembangan zaman saat ini membuat permainan tradisional kurang dikenal dan dimainkan oleh anak-anak. Padahal banyak manfaat positif yang mendukung tumbuh kembang anak

Kepala DP3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi mengatakan permainan tradisional merupakan permainan rakyat yang berkembang di masa lalu.

Permainan tradisional menjadi sarana orang tua zaman dulu untuk mengajarkan nilai kebaikan, nilai moral, hingga etika. 

Melalui permainan tradisional, anak dididik dan diajari berbagai hal dengan cara yang menyenangkan.

Bahkan kadang anak-anak tidak merasa sedang diajari sesuatu, namun pesan moral dari permainan tradisional tersebut justru tertanam. 

"Jadi permainan tradisional itu ada yang ide dari anak-anak, yang dimainkan anak. Ada juga yang diciptakan untuk penanaman nilai. Sehingga melalui permainan tradisional inilah ajatan tentang hidup jadi menyenangkan. Anak tidak merasa diajari, tetapi dapat pengalaman. Dan nilai itu secara alam bawah sadar mempengaruhi anak untuk hal kebaikan," katanya dalam Podcast Bincang Keluarga. 

Meski sudah kuno, Erlina menganggap nilai yang terkandung dalam permainan tradisional masih relevan untuk zaman sekarang.

Sehingga ia berharap agar permainan tradisional bisa dikenalkan sedini mungkin. 

Ia menyadari tantangan dalam melestarikan permainan tradisional cukup besar. Mengingat anak-anak zaman sekarang lebih akrab dengan handphone. Belum lagi minimnya lahan untuk bermain anak. 

"Tetapi banyak cara bisa dilakukan untuk menghidupkan permaian tradisional ini. Misalnya dengan animasi, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini, misalnya diadopsi dalam gim. Atau mungkin di mal, bisa juga menyediakan fasilitas permainan tradisional yang dikemas menarik," terangnya. 

"Karena memang nilai moral yang terkandung dalam permainan tradisional ini masih relevan. Dari permainan tradisional, anak belajar soal kejujuran, kedisiplinan, kerja sama tim, sportivitas, kreativitas, tenggang rasa, melatih kepemimpinan dengan mengorganisir teman-temannya. Banyak manfaatnya, yang mungkin tidak bisa didapatkan dari permainan modern saat ini," lanjutnya.

Baca juga: DP3AP2 DIY Tekankan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental Remaja Untuk Ciptakan Generasi Berkualitas

Permainan tradisional juga menjadi salah satu media untuk menyalurkan energi negatif bagi anak. Sehingga dengan bermain dengan teman-temannya, anak terhindar dari stres dan depresi.

Penyaluran energi negatif tersebut juga bakal berdampak pada perbaikan metabolisme anak. 

Orang tua juga perlu memahami bahwa bermain adalah salah satu hak anak. Sehingga ia berharap orang tua juga memberikan kesempatan bermain pada anaknya. 

"Jangan terlalu khawatir pada masa depan anak, dan menjadi toxic. Karena kekhawatiran itu nanti juga akan terekam oleh anak, anak menjadi takut harapan orangtuanya tidak terwujud. Bermain itu juga hak anak, jadi berikan kesempatan untuk bermain," terangnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved