Liga 2

PSIM Yogyakarta: Makna Janur Kuning Jelang Derby Mataram

Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan kompeni.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin mengikatkan janur kuning di lengan pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro sebagai simbol perjuangan jelang keberangkatan tim ke Solo, Senin (11/10). 

TRIBUNJOGJA.COM- Dukungan nyata terus mengalir kepada penggawa PSIM Yogyakarta jelang melakoni laga bertajuk Derby Mataram kontra Persis Solo pada lanjutan Grup C Liga 2 2021/22, Selasa (11/10).

Pada Senin (11/10), suporter klub berjuluk Laskar Mataram tersebut berbondong-bondong hadir di kompleks Wisma PSIM Yogyakarta di Jalan Mawar, Baciro, Kota Yogya, untuk melepas sekaligus memberikan dukungan moril kepada penggawa Laskar Mataram sebelum bertolak ke Solo.

Diwali memanjatkan doa bersama, suporter yang diwakili secara langsung oleh Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin didampingi Sekjen Brajamusti, Niko Angga Ari menyampaikan dukungan secara langsung kepada seluruh pemain serta tim pelatih yang dipimpin Seto Nurdiyantoro.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan suporter juga menyematkan janur kuning di lengan tim pelatih, pemain, serta official Laskar Mataram.

Dukungan suporter PSIM Yogyakarta kepada penggawa Laskar Mataram jelang Derby Mataram di Wisma PSIM, Senin (11/10).
Dukungan suporter PSIM Yogyakarta kepada penggawa Laskar Mataram jelang Derby Mataram di Wisma PSIM, Senin (11/10). (TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo)

Niko Angga Ari menjelaskan, janur yang disematkan di lengan penggawa Laskar Mataram merupakan simbol perjuangan. Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan kompeni.

"Janur kuning ini dulu sebagai simbol perjuangan rakyat Yogyakarta melawan penjajah. Sampai saat ini monumen (perjuangan) itu masih ada yakni Monumen 1 Maret. Masyarakat Yogyakarta pada waktu itu memberikan semangat kepada para pejuang dalam bentuk janur kuning,"

"Maka dari itu, pada hari ini kami memberikan janur kuning pada kalian (penggawa PSIM). Harapan kami, kalian tetap semangat membela tim Laskar Mataram ini, tanpa ada ganjalan di hati," lanjut Niko.

"Yang jelas kami semua ingin kalian tetap semangat sesuai arahan dari tim pelatih. Tentunya, harapan besar kami kalau diizinkan kami juga akan menjemput kalian apapun hasilnya. Jadi kami sangat menghargai kalian, harapan kami kalian memberikan yang terbaik kepada kami semua," tambahnya.

Anthem PSIM yakni Aku Yakin Dengan Kamu (AYDK) yang lantang dinyanyikan para suporter, mengiring keberangkatan pemain menuju medan laga Derby Mataram.

Incar kemenangan perdana sejak 2019

Lebih dari sekadar derby, pertemuan PSIM Yogyakarta kontra Persis Solo pada lanjutan Grup C Liga 2 2021/22 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/10/2021) malam, tentu sangat dinanti pendukung Laskar Mataram.

Sebab, pendukung Laskar Mataram jelas saja menanti tim kebanggaannya mengakhir dahaga kemenangan, yang terakhir kali diraih pada kompetisi Liga 2 2019, kontra Persatu Tuban di Stadion Mandala Krida, 13 Oktober 2019.

Usai kemenangan tersebut, klub berlogo Tugu Pal Putih tersebut tercatat belum sekalipun meraih kemenangan di kompetisi resmi. Dipermalukan Persis 2-3 di Mandala Krida di Liga 2 2019, ditekuk Sriwijaya FC 2-1 di Liga 2 2020, sebelum kompetisi terhenti lantaran pandemi Covid-19.

Catatan negatif berlanjut di Liga 2 2021/22, di laga perdana PSIM Yogyakarta dipaksa mengakui keunggulan PSCS Cilacap 1-0. Momentum bangkit gagal dimanfaatkan, usai Purwaka Yudhi dan kolega ditahan imbang 1-1 Hizbul Wathan FC di laga kedua Grup C.

"Pemain PSIM dalam kondisi yang baik. Kami sudah melakukan beberapa evaluasi dari semua aspek, harapannya pemain sudah bisa melupakan pertandingan kemarin tapi menjadikan itu sebagai pembelajaran. Harapannya bisa tampil lepas," ujar juru taktik PSIM, Seto Nurdiyantoro pada pre match press conference, Senin (11/10).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved