Liga 2

PSIM Yogyakarta: Makna Janur Kuning Jelang Derby Mataram

Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan kompeni.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin mengikatkan janur kuning di lengan pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro sebagai simbol perjuangan jelang keberangkatan tim ke Solo, Senin (11/10). 

"Pemain PSIM dalam kondisi yang baik. Kami sudah melakukan beberapa evaluasi dari semua aspek, harapannya pemain sudah bisa melupakan pertandingan kemarin tapi menjadikan itu sebagai pembelajaran. Harapannya bisa tampil lepas," ujar juru taktik PSIM, Seto Nurdiyantoro pada pre match press conference, Senin (11/10).

"Apapun hasilnya, saya yakin pemain sudah berjuang untuk memenangkan pertandingan besok. Saya pikir untuk tim Persis Solo tim yang cukup bagus, dari segala hal, materi pemain. Tapi ini sepakbola, semua ditentukan dalam 90 menit, saya pikir PSIM dan Persis sama sama ingin menang, harapannya ini menjadi pertandingan yang menarik," tambah eks pelatih PSS Sleman tersebut.

Adapun dalam dua pertemuan terakhir, hasil positif memang lebih berpihak pada Laskar Sambernyawa, julukan Persis Solo. Namun Seto berpendapat, hal tersebut tak bisa menjadi patokan.

"Setiap tahun, setiap kompetisi, pasti ada perubahan di dalam setiap tim. Dan kami (PSIM) berbeda dibanding tahun lalu, demikian pula Solo (Persis)," ujar Seto.

Lebih lanjut Seto menilai, semua tim di Grup C masih memiliki kesempatan yang sama untuk lolos 8 besar, bertahan di Liga 2, maupun degradasi.

"Jadi melihat perkembangan, kami tetap optimis untuk lolos ke 8 besar, kami lewati dari pertandingan ke pertandingan," tegasnya.

Soal calon lawan, Seto mengaku semua pemain wajib diwaspadai. Sebab, menurutnya Persis tim yang kuat, memiliki materi yang bagus tiap lini, serta kedalaman tim yang bagus dan merata.

"Ya mungkin di Liga 2 menjadi komposisi pemain yang ideal, kami antisipasi dari semua pemain, tidak ada 1-2 pemain," ujarnya.

Sementara itu, pelatih kepala Persis Solo, Eko Purdjianto menargetkan timnya dapat meraih 3 poin di laga kontra PSIM.

"Kami sudah siap menghadapi PSIM, yang pasti menjadi motivasi setelah kemarin seri 1-1 lawan Persijap. Kami akan bekerja keras lagi untuk lawan PSIM nanti, berharap 3 poin bersama kami," ujar Eko.

"Itu motivasi untuk kami semua, untuk memberikan hasil yang terbaik menghadapi PSIM," tambahnya.

Akan tetapi, Persis Solo ternyata bukan hanya kehilangan Mohammad Kanu, namun juga Irfan Jauhari saat lawan PSIM.

Jauhari dipastikan belum bisa diturunkan karena masih proses pemulihan cedera ligamen lutut.

Cedera ligamen lutut didapatkan Jauhari akibat berbenturan dengan pemain PSG Pati

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved