Liga 2

PSIM Yogyakarta: Makna Janur Kuning Jelang Derby Mataram

Janur kuning adalah lambang yang dikenakan para pejuang di lengan sebagai tanda perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajahan kompeni.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM/ Hanif Suryo
Presiden Brajamusti, Muslich Burhanudin mengikatkan janur kuning di lengan pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro sebagai simbol perjuangan jelang keberangkatan tim ke Solo, Senin (11/10). 

Sejauh ini proses pemulihan cedera tersebut sudah berada di angka 60 persen.

"Kondisi pemain semua siap, kecuali Jauhari masih menepi mudah-mudahan next pertandingan dia bisa main," ujar Eko.

"Penggantinya sudah kami siapkan, ada Sulthon, Sute, nanti kita lihat siapa yang siap bermain," tambahnya.

Kiper Persis Solo, Wahyu Tri Nugroho mengatakan timnya siap 100 persen menghadapi laga Derby Mataram.

"Kami pemain siap 100 persen untuk pertandingan besok malam, pemain dan tim pelatih sudah bekerja keras untuk persiapan pertandingan besok malam untuk pertandingan besok malam. Kami tidak akan meremehkan lawan, tunjukkan saja di lapangan besok untuk hasil yang terbaik," ujar eks kiper Persiba Bantul ini.

"Kita tahu ini derby, pemain tahu apa yang harus kita lakukan. Suporter doakan saja, semoga pemain bisa kasih hasil yang maksimal di lapangan," tandasnya.

(TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved