Bisnis

Harga Cabai Merah Besar Merangkak Naik Setelah Petani Melakukan Lelang

Dengan sistem lelang, petani dapat menjual cabai merah besar hingga Rp 13 ribu per kg.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kelompok Tani Manunggal, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, melakukan proses lelang cabai merah besar 

TRIBUNJOGJA.COM - Para petani cabai merah besar di Bantul bisa bernafas lega setelah melakukan proses lelang.

Sistem ini dilakukan oleh petani cabai lahan pasir di Kapanewon Sanden.

Sebelumnya harga cabai merah besar sempat jatuh di kisaran Rp 3.000 per kg beberapa bulan terakhir dan dengan sistem lelang, petani dapat menjual cabai merah besar hingga Rp 13 ribu per kg.

Ketua Kelompok Tani Manunggal, Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Subandi mengatakan hingga kurang lebih seminggu yang lalu, harga jual cabai merah besar dari petani kepada tengkulak hanya dihargai sekitar Rp 3.000 per kg.

Dengan jumlah tersebut, banyak petani yang enggan memetik cabai merah besar dan dibiarkan busuk dan mengering. 

Baca juga: Berharap Mendapat Harga Tinggi, Petani di Bantul Uji Coba Menanam Cabai di Luar Musim

Bahkan ada petani yang merombak tanaman cabai nya dengan komoditas lainnya.

 Harga cabai merah besar mulai kembali merangkak naik setelah ada uji coba lelang pertama pada pekan kemarin. Dengan sistem itu, cabai merah besar imperial bisa terjual dengan harga Rp 8.000 ribu per kg. 

"Kemudian disusul lelang cabai merah besar oleh petani dari Padukuhan Karanganyar yang laku Rp 11.000 per kg," ucapnya, Kamis (30/9/2021).

Di agenda berikutnya, Kelompok Tani Manunggal, melelang 5 ton cabai merah besar dan laku Rp 13.000 per kg.

Dalam kegiatan itu, ada 4 jenis cabai yang dilelang yakni imperial, imola, baja dan TM.

Dalam lelang tersebut cabai imperial laku Rp 13.260 per kg, jenis cabai imola laku Rp 13.600 per kg dan cabai TM laku Rp 12.550 per kg.  

Baca juga: Harga Cabai di DI Yogyakarta Anjlok, Disperindag DIY Dorong Petani Bikin Produk Olahan

Terkait turunnya harga cabai beberapa bulan lalu, Sancoko, seorang petani cabai di lahan pasir Pantai Samas mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh tengkulak yang membeli cabai dengan harga murah karena sepinya permintaan pasar.

Terlebih saat itu ada larangan kegiatan masyarakat selama PPKM Level 4.

Namun setelah PPKM Level 4 turun menjadi Level 3 harga juga tak kunjung membaik.

Sehingga dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir harga semua jenis cabai merah besar jatuh bahkan ada yang di bawah Rp 4.000 per kg.  

"Ternyata ketika panen petani dijual dengan sistem lelang, harganya melambung tinggi dan tengkulak yang membeli juga sama dengan tengkulak yang ikut lelang," ucapnya.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved