Berharap Mendapat Harga Tinggi, Petani di Bantul Uji Coba Menanam Cabai di Luar Musim

Para petani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani "Ngremboko Nir Sambikala" Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul melakukan uji tanam

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Para petani yang tergabung dalam Forum Komunikasi Petani "Ngremboko Nir Sambikala" Kalurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul melakukan uji tanam cabai di luar musim atau off season. Rencananya, petani akan menanam cabai di lahan seluas dua hektar.

Bendahara Forum Komunikasi Petani "Ngremboko Nir Sambikala' Kalurahan Srigading, Abdul Mukid menyatakan bahwa menanam cabai di luar musim tanam seperti saat musim penghujan tantangannya memang jauh lebih berat. Petani akan dihadapkan kendala faktor cuaca, tanah, serangan hama dan penyakit.

Maka dari itu, ia menilai bahwa petani membutuhkan pendampingan dari Dinas Pertanian agar dapat mengatasi hama, ph air yang berubah, mengatasi jamur dan hama.

Baca juga: Kejar Herd Immunity, Vaksinasi di Sleman Ditarget Capai 70 Persen Akhir September 2021

"Jadi konsepnya dinas bersama petani belajar bersama,"ungkapnya Senin (6/9/2021).

Abdul Mukid mengaku menyiapkan dua hektar lahan di kawasan pesisir (lahan pasir) untuk uji coba cabai. Ia berharap saat musim penghujan nanti, kebutuhan biaya untuk irigasi bisa ditekan karena tidak lagi memompa air untuk menyiram tanaman cabai.

"Selama ini lahan pasir ini jauh lebih cocok untuk budidaya cabai dibandingkan dengan lahan persawahan biasa yang setiap musim penghujan petani lebih banyak menanam padi," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan bahwa permasalahan yang sering dihadapi petani khususnya petani cabai adalah harga yang tak menentu atau terkadang jatuh saat panen raya seperti yang terjadi saat ini.

"Kita mulai berpikir bagaimana petani cabai itu mendapatkan keuntungan dengan harga yang tinggi salah satunya menanam cabai di luar musim. Sebab dalam pasokan cabai saat diluar musim tanam terbatas sehingga harga di pasaran tinggi," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkapkan dukungnnya atas rencana petani dalam menanam cabai di luar musim. Menurutnya dengan langkah ini, komoditas cabai bisa dikembangkan untuk menunjang Bantul sebagai food estate di Indonesia.

Baca juga: Peserta Tes CPNS di DI Yogyakarta Wajib Tes PCR/Antigen Covid-19 untuk Ikut Seleksi

Ia pun meminta Dinas Pertanian untuk melakukan pendataan nilai Break Even Point (BEP) untuk memastikan petani tidak merugi saat menanam komoditas pertanian khusus cabai, bawang merah, jagung dan kedelai.

"Pemerintah berkomitmen petani tidak merugi walaupun kita harus melakukan perlawanan terhadap pasar. Pemerintah butuh data BEP masing-masing komoditas," tuturnya.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak mampu untuk mengendalikan pasar, maka dari itu dengan pendataan BEP, pemerintah dapat memberikan bantuan jika petani mengalami kerugian. Bantuan agar petani tidak mendapat kerugian yang terlalu besar seperti bantuan bibit, pupuk hingga obat-obatan untuk membasmi hama dan penyakit.

"Ke depan bahkan pemerintah bisa membeli komoditas pertanian ketika harga jatuh seperti bawang merah yang bisa disimpan di gudang dan nantinya bisa dijual lagi saat harga bagus ataupun bisa dijadikan bibit untuk dijual kepada petani dengan harga yang kompetitif," ungkapnya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved