Kota Yogyakarta

Dinas PMPPA Kota Yogya Ajak Ibu Rumah Tangga Berjualan secara Daring

Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (PMPPA), kota Yogyakarta, giatkan perekonomian untuk UMKM terutama ibu rumah tangga ag

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Kepala Dinas PMPPA, Edy Muhammad, saat ditemui TRIBUNJOGJA.COM, pada Senin (04/05/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, dan Perlindungan Anak (PMPPA), kota Yogyakarta, giatkan perekonomian untuk UMKM terutama ibu rumah tangga agar tetap produktif di tengah pandemi Corona.

Sejak adanya wabah covid-19, membuat kondisi ekonomi masyarakat menjadi lesu.

Karena berbagai alasan seperti, tidak bisa keluar rumah untuk mencari nafkah, ada pula dirumahkan dari pekerjaannya, bahkan ada yang dikeluarkan dari pekerjaannya.

Hal inilah yang membuat Dinas PMPPA, kota Yogyakarta, mengajak para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga ( UP2K) dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk memasarkan produknya dengan berjualan secara daring.

Operasi Pasar Gula Kembali Digelar Disperindag DIY dengan Dinas DPMPPA kota Yogyakarta

Kepala Dinas PMPPA, Edy Muhammad mengatakan, adanya program berjualan daring yang dinamai 'Ngelarisi' memang untuk membantu para ibu rumah tangga untuk memasarkan produknya saat pandemi Corona.

"Sebenarnya program ini sudah ada sejak 2018 akhir namanya 'Gandeng Gendong'. Namun saat ini, kita giatkan lagi penggunaannya untuk kepentingan ekonomi masyarakat di kondisi seperti ini" jelas Edy kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Senin (04/05/2020).

Namun saat ini, 'Ngelarisin' hanya bisa mencakup 25 persen rintisan usaha dari total 200 usaha rumahan di kota Yogyakarta. Kendalanya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui program ini.

Data Bansos DIY Belum Finalisasi

"Sudah ada sekitar 50 rintisan usaha terutama makanan yang tergabung dalam 'Ngelarisi'. Jumlah ini masih sedikit bila dibandingkan dengan total usaha rumahan di kota Yogyakarta sebesar 200 usaha. Nantinya, akan terus kami sosialisasikan agar masyarakat lebih banyak yang menggunakan dan memanfaatkan program ini," tutur Edy.

Saat Ramadan banyak para ibu rumah tabgga memilih untuk menjual makanan.

Adapun jenis makanan yang ditawarkan di 'Ngelarisin' antara lain, berjualan kue kering hingga menu buka puasa.

Semuanya dijual secara daring melalui website 'Gandeng Gendong'.

Edy pun berharap dengan adanya fasilitas ini, para ibu rumah tangga dapat lebih mudah untuk menjual produknya sehingga dapat membantu keuangan di keluarga.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved