Wow! Harga Tanah Dekat Calon Kampus UIN di Pajangan Naik 10 Kali Lipat

Harga tanah di wilayahnya sudah naik saat UIN hendak membangun kampus di wilayah ini. Padahal, sebelumnya, harga tanah berkisar antara Rp 150 m2.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: oda

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Spekulan tanah atau makelar tanah mulai mengincar kawasan Guwosari, Kecamatan Pajangan. Akibatnya, harga tanah di wilayah yang hendak didirikan kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ini kini naik hingga 5 hingga 10 kali lipat dari harga sebelumnya.

Salah satu warga di Dusun Kembang Putihan, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Iswardi menyebutkan, harga tanah di wilayahnya sudah naik saat UIN hendak membangun kampus di wilayah ini.

Padahal, sebelumnya, harga tanah berkisar antara Rp 150 hingga 200 ribu per meter perseginya.

“Saat ini, harga tanah sudah mencapai Rp 800 hingga 1 juta per meter perseginya. Naiknya karena adanya berita UIN mau bangun kampus itu,” ujarnya, kemarin.

Iswardi menyebutkan, selain mahal, tanah di wilayah desanya itu sudah menjadi incaran orang dari luar daerah. Bahkan, banyak warga yang berdomisili di luar daerah yang sudah memiliki banyak tanah di wilayah ini.

“Mereka membeli tanah dari warga dengan harga murah, habis itu dijual lagi dengan harga mahal. Adapula yang menjadikan aset di wilayah ini,” katanya.

Kendati demikian, Iswardi berharap agar jangan sampai tanah milik penduduk lokal akhirnya hanya dinikmati oleh spekulan tanah. Bahkan, penduduk lokal di wilayah ini akhirnya tidak bisa merasakan dampak dari pembangunan kampus II UIN Sunan Kalijaga ini.

Karsono, warga perumahan di Kembang Putihan pun menyebutkan jika harga tanah dan properti di wilayah Pajangan terus naik. Kendati, hingga saat ini pembangunan kampus II UIN masih urung dilakukan.

“Dulu saya beli rumah tipe 45 saja harganya sudah Rp 168 juta, sekarang sudah mencapai Rp 250 juta. Harganya sangat naik tajam,” paparnya.

Begitu pula dengan Sudarman, warga perumahan Pringgading, yang mengaku melihat ada perubahan signifikan dari informasi akan dibangunnya kampus II UIN ini. Dia mengatakan, harga tanah saat ini naik tajam dan sangat mahal dibandingkan tiga tahun kebelakang.

Dahulu, harga tanah di dekat pembangunan kampus II UIN, hanya mencapai Rp 50 ribu per meter persegi. Namun, saat ini bisa mencapai Rp 1 hingga 1,5 juta per meter perseginya. Hal ini karena memang dampak adanya rencana pembangunan fasilitas pendidikan ini.

“Banyak yang membeli tanah hanya untuk aset dan juga mungkin mau buka kos-kosan jika nanti UIN sudah jadi,” katanya.

Sulisman, Kepala Dusun Kembang Putihan, Guwosari, Pajangan membenarkan adanya kenaikan harga tanah ini. Dia menyebutkan, tanah di wilayahnya ini mengalami kenaikan cukup signifikan karena adanya rencana pengembangan kampus baru.

“Kami memang berharap, kalau nanti bisa ada fasilitas pendidikan, ada multiplayer efek bagi warga,” jelasnya. (tribunjogja.com)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved