Pemahaman Vandalisme dan Geng Jadi Materi Orientasi SMAN 7

SMAN 7 Yogya bekerjasama dengan Polsek Mantrijeron melakukan penyuluhan berkaitan dengan vandalisme serta kenakalan remaja.

Penulis: akb | Editor: oda
tribunjogja/jihadakbar
Kapolsek Mantrijeron membawa cat semprot saat melakukan penyuluhan di SMAN 7 Yogya. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perilaku vandalisme serta adanya geng yang masih marak di wilayah Yogya menjadi keprihatinan tersendiri bagi warga Yogya, tidak terkecuali pihak sekolahan. Sebab, perilaku tersebut sangat mudah sekali menular kepada kaum pelajar, terutama usia sekolah menengah atas (SMA).

Mengantisipasi adanya hal tersebut, pihak SMAN 7 Yogya bekerjasama dengan Polsek Mantrijeron melakukan penyuluhan berkaitan dengan vandalisme serta kenakalan remaja kepada 254 peserta didik baru.

Kegiatan penyuluhan tersebut dilakukan dalam rangkaian Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPD), Rabu (28/7/2015).

Kepala Sekolah SMAN 7 Yogya, Budi Basuki menuturkan, pihaknya sangat prihatin dengan masih banyaknya geng yang diantaranya merupakan pelajar di wilayah Yogya yang terkadang melakukan aksi tawuran.

Walau hal tersebut, menurut pengakuannya tidak terjadi di sekolahannya, tetapi pihaknya juga tetap melakukan antisipasi agar anak didiknya tidak ikut terpengaruh dengan hal negatif seperti vandalisme dan geng pelajar.

"Kami selalu menekankan pendidikan berbasis karakter pada peserta didik, kami budayakan agar tidak ada perbuatan negatif. Beberapa waktu lalu kami bersama para peserta didik melakukan pembersihan corat-coret di dekat sekolahan. Harapannya aksi itu dapat menjadi pelopor untuk mengajak anti vandalisme," tutur Budi.

Saat berlangsungnya penyuluhan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Mantrijeron Kompol Totok Suwantoro, mengajak para peserta didik untuk berpedoman pada akik.

Akik yang dimaksud dirinya tentu saja bukanlah batu akik yang sedang naik duan, akan tetapi merupakan singkatan dari aktif, komunikatif, inovatif, dan kreatif dalam menuntu ilmu.

Totok menyebutkan, dengan berpegang pada akik tersebut peserta didik dapat meraih cita-citanya dan terhindar dari hal negatif.

Pada kesempatan penyuluhan, dirinya menyampaikan beberapa dampak dari kenakalan remaja, seperti vandalisme dan geng.

Dampak yang ditimbulkan akibat kenakalan remaja tersebut yakni dapat berimbas kepada lingkungan dan tentu pada diri sendiri yang dapat mengakibatkan terkena hukuman pidana.

"Diharapkan para peserta didik dapat memahami dan dapat menghindari hal negatif tersebut," ujarnya.

Digantara Syah Aditama, yang merupakan peserta didik baru kelas X5 di SMAN 7 Yogya mengungkapkan, dirinya merasa beruntung mendapatkan pemahaman tentang kenakalan remaja yang diberikan langsung oleh penegak hukum.

"Dengan dikasih penyuluhan ini kami dapat mengerti dan yang pernah melakukan tidak akan mengulangi lagi. Seperti tawuran dan vandalisme itu kan juga merugikan banyak orang," ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags
vandalisme
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved