Mahasiswa Baru UGM Akan Tinggal di Asrama Selama Setahun
Dua asrama yang saat ini sudah digunakan UGM yaitu asrama Ratnaningsih dan asrama Dharmaputera ditambah rusun asrama mahasiswa Kinanti 2 dan 3
Penulis: nbi | Editor: Ikrob Didik Irawan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Niti Bayu Indrakrista
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seluruh Rumah Susun (Rusun) asrama mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun ajaran 2014 mendatang akan menampung 1.400 mahasiswa baru.
Menurut Rektor UGM, Prof Dr Pratikno, nantinya mahasiswa baru akan menempati asrama mahasiswa selama satu tahun.
Dua asrama yang saat ini sudah digunakan UGM yaitu asrama Ratnaningsih dan asrama Dharmaputera ditambah rusun asrama mahasiswa Kinanti 2 dan 3 akan mampu menampung total 1.400 dari 12 ribu mahasiswa baru yang setiap tahun masuk ke UGM.
Pratikno memberikan sambutan dalam acara peletakan batu pertama atau ground breaking rusun asrama mahasiswa Kinanti 2 dan 3 di utara MM UGM, Pogung, Sleman, Rabu (6/11/2013) siang. Selain Praiktno, hadir pula Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X.
Pembangunan rusun asrama mahasiswa Kinanti 2 dan 3 tersebut merupakan kerja sama antara UGM dengan Kementrian PU. Dalam rusun tersebut terdapat 198 kamar yang masing-masing dapat menampung tiga orang.
Pratikno melanjutkan, ruangan dalam rusun asrama mahasiswa tersebut kualitasnya cukup baik untuk ukuran mahasiswa dan berstandar layaknya apartemen di Jakarta.
Luas ruangan sekitar 24 meter persegi, dan dilengkapi kamar mandi dalam serta pantry (dapur). "Bahkan cukup baik untuk standar dosen," ujarnya.
Ia mengatakan, nantinya akan ada seleksi bagi calon penghuni asrama. Langkah ini dilakukan karena keterbatasan tempat dibanding jumlah mahasiswa yang mencapai belasan ribu. Mahasiswa dari luar daerah dan yang ekonominya kurang mampu akan mendapat prioritas.
Sementara itu Menteri PU, Djoko Kirmanto mengatakan, pembangunan rusun asrama mahasiswa bertujuan mencegah bertambahnya kawasan kumuh di luar kampus yang ditinggali mahasiswa.
Saat ini Kementrian PU telah membantu pembangunan asrama mahasiswa di berbagai kampus di seluruh Indonesia, antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Jember (UNJ), Universitas Hasanuddin (Unhas), dan Universitas Andalas. Masing-masing universitas akan menerima bantuan senilai Rp 13 miliar.
Menurut Djoko, pihaknya menerima permohonan bantuan pendirian asrama mahasiswa dari kampus-kampus. Permohonan tersebut kemudian akan diseleksi urgensinya, apakah jika tidak dibangun asrama mahasiswa, kawasan kumuh akan muncul atau bertambah.
"Tidak ada anggaran khusus. Kalau ada permintaan yang memang tepat urgensinya akan kami alokasikan," katanya. (*)