Sangat Langka Terjadi, Pasar Segiri Dua Kali Terbakar di Tanggal yang Sama

Insiden langka terjadi di Pasar Segiri di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Pandawa Borniat
KEBAKARAN : Kebakaran kembali melanda Pasar Segiri di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Minggu (10/8/2025) malam. Peristiwa ini unik sekaligus memprihatinkan karena terjadi tepat setahun setelah kebakaran sebelumnya pada (10/8/2024.) 

TRIBUNJOGJA.COM, SAMARINDA – Insiden langka terjadi di Pasar Segiri di Jalan Pahlawan, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu.

Pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian warga itu terbakar pada Minggu (10/8/2025) malam. 

Dalam kejadian ini, lima unit kios hangus terbakar.

Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda berhasil menjinakan kobaran api sehingga tidak meluas.

Kebakaran Pasar Segiri ini bukan pertama kalinya.

Tepat setahun silam, yakni pada 10 Agustus 2024, Pasar Segiri juga terbakar.

Saat itu 14 kios di Pasar Segiri hangus terbakar.

Diduga Karena Konsleting Listrik

Kebakaran yang terjadi pada Minggu (10/8/2025) malam diduga karena konsleting listrik.

Kobaran api muncul dari salah satu lapak yang sudah lama ditinggalkan oleh pemiliknya.

Api cepat membesar karena banyak barang yang mudah terbakar.

Tiga kios hangus terbakar dan dua lainnya mengalami kerusakan akibat kejadian itu.

Kebakaran untuk kali kedua selama setahun terakhir ini membuat para pedagang dan warga sekitar panik.

Sejumlah pedagang bergegas menyelamatkan barang dagangan, bahkan ada yang mendobrak pintu kios terkunci demi mengeluarkan isi di dalamnya. 

Baca juga: Mobil Boks Terjun Masuk Parit di Panjatan Kulon Progo, Satu Orang Dilaporkan Terluka

Situasi semakin sulit karena salah satu kios yang terbakar merupakan bengkel sepeda dengan banyak bahan karet, membuat api cepat membesar.

Kondisi bangunan pasar yang padat dan sebagian berbahan mudah terbakar memperparah penyebaran api.

“Tahun lalu bapak saya juga kena di lokasi yang sama, tapi waktu itu cuma bagian belakang. Sekarang dua kios kena habis, termasuk sembako saya yang basah semua,” kata Hida Nur Lutfiyah, salah satu pedagang yang terdampak, saat ditemui di lokasi kejadian dikutip dari Kompas.com.

Tim Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda yang mendapatkan laporan kemudian langsung mendatangi lokasi.

Tital ada 14 mobil pemadam yang diterjunkan untuk memadamkan kobaran api.

Petugas dibantu warga berjibaku memadamkan kobaran api.

Kepala Disdamkar, Hendra AH, mengatakan, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam. 

“Kami imbau masyarakat tidak menghalangi petugas saat pemadaman, karena yang paham penanganan api adalah petugas damkar dan relawan,” ujarnya.

Berdasarkan data Info Taruna Samarinda, upaya pemadaman melibatkan 14 unit mobil pemadam, 28 mesin portable, serta dukungan puluhan relawan dan unsur terkait.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Respon Wali Kota

Wali Kota Samarinda, Andi Harun turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Pasar Segiri.

Andi menyebut dugaan sementara adalah korsleting listrik dari kios bawang yang sudah lama tidak berpenghuni. 

Ia menilai kondisi instalasi listrik yang tidak terawat menjadi faktor utama penyebab kebakaran.

“Ke depan, pemakaian kabel berstandar SNI wajib diterapkan di pasar ini. Tahun depan rehabilitasi total Pasar Segiri akan dimulai dengan desain dua lantai yang aman, nyaman, dan memenuhi standar keselamatan,” ujar Andi Harun.

Pemerintah Kota Samarinda juga berjanji membantu pedagang terdampak agar bisa segera kembali berjualan, sekaligus mematangkan konsep pasar modern yang memprioritaskan pedagang lama.

“Selama ini perbaikan hanya parsial. Tahun depan kita ingin rehabilitasi total agar potensi musibah seperti ini bisa diminimalkan,” tambahnya. (*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved