India Tangguhkan Pembelian Senjata dan Pesawat dari AS, Ini Penyebabnya
India resmi menangguhkan rencana pembelian senjata dan pesawat dari AS setelah Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 50 persen
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - India resmi menangguhkan rencana pembelian senjata dan pesawat dari AS setelah Donald Trump mengenakan tarif impor sebesar 50 persen.
Tarif atau pajak impor adalah bea yang dikenakan oleh pemerintah nasional, wilayah pabean atau serikat supranasional atas impor barang dan dibayar oleh importir.
Sebelum dikenakan tarif impor sebesar 50 persen, India berencana untuk membeli senjata dan pesawat dari AS.
Khusus untuk pembelian pesawat, India awalnya akan membeli 6 pesawat sekaligus senilai 3,6 miliar dolar AS.
Namun rencana itu akhirnya ditangguhkan dan India memilih untuk mencari sekutu baru.
Diikutip dari Tribunnews.com, berdasarkan keterangan dari tiga sumber pejabat Indis, kebijakan untuk menangguhkan pembelian senjata dan pesawat dari AS inimenjadi sinyal ketidakpuasan pertama India setelah Presiden Donald Trump.
Baca juga: Bahas Perdamaian Ukraina dan Rusia, Donald Trump Bakal Bertemu Putin di Alaska
Sebelum dikenakan tarif 50 persen, India sebenarnya sudah mengutus Menteri Pertahanan Rajnath Singh ke Washington dalam beberapa minggu mendatang untuk mengumumkan sejumlah pembelian tersebut.
Namun rencana Rajnath Singh ke Washington langsung dibatalkan setelah Donald Trump mengumumkan tarif impor bagi India sebesar 50 persen.
Selain itu, untuk pertama kalinya pembicaraan pembelian kendaraan tempur Stryker buatan General Dynamics Land Systems dan rudal anti-tank Javelin yang dikembangkan Raytheon dan Lockheed Martin, tertunda akibat tarif tersebut.
Selain itu, Singh juga semula dijadwalkan mengumumkan pembelian enam pesawat intai Boeing P8I untuk Angkatan Laut India senilai 3,6 miliar dolar AS, namun rencana ini ikut terhambat.
Artikel ini sudah tayang di Tribunnews.com.
Siapa Indroyono Soesilo yang Dilantik Prabowo Sebagai Dubes RI untuk AS, Apa Latar Belakangnya? |
![]() |
---|
Tarif Trump 19 Persen Sudah Berlaku, Ekspor Tekstil Masih Aman Tapi Kerajinan Agak Terpengaruh |
![]() |
---|
AS dan China Perpanjang Gencatan Tarif hingga November, Negosiasi Berlanjut |
![]() |
---|
Bahas Perdamaian Ukraina dan Rusia, Donald Trump Bakal Bertemu Putin di Alaska |
![]() |
---|
UMKM Jogja Bidik Pasar Afrika dan Timur Tengah usai Keputusan Tarif Ekspor AS |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.