7 Cara Tetap Fit di Musim Kemarau, Waspada Cuaca Panas Ekstrem
beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki puncak musim kemarau 2025, cuaca panas terik mulai terasa di berbagai wilayah, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sekitarnya.
Kelembapan udara yang rendah, suhu siang hari yang tinggi, serta meningkatnya debu di udara menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan masyarakat.
Kondisi ini bukan hanya membuat tubuh cepat lelah, tetapi juga meningkatkan risiko dehidrasi, gangguan kulit, iritasi mata, hingga penyakit saluran pernapasan.
Pakar kesehatan pun mengingatkan bahwa menjaga kesehatan di musim kemarau memerlukan langkah antisipasi yang tepat agar tubuh tetap prima menjalani aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, berikut beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan selama musim kemarau:
1.Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Minum air putih minimal 8 gelas per hari menjadi kunci utama mencegah dehidrasi.
Saat beraktivitas di luar ruangan, usahakan membawa botol minum sendiri.
Hindari minuman berkafein atau bersoda berlebihan karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
2. Gunakan Pelembap Kulit dan Lip Balm
Udara kering dapat membuat kulit terasa kasar dan bibir pecah-pecah.
Gunakan pelembap kulit setelah mandi dan sebelum tidur, serta lip balm untuk mencegah bibir kering.
3. Lindungi Tubuh dari Paparan Sinar Matahari Langsung
Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 sebelum beraktivitas di luar.
Lengkapi perlindungan dengan topi, kacamata hitam, atau payung.
Batasi aktivitas di luar ruangan pada pukul 10.00–15.00 WIB ketika sinar matahari sedang terik-teriknya.
Baca juga: SisBerdaya dan DisBerdaya 2025 Jembatani Kesenjangan Teknologi bagi UMKM Perempuan
4. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayuran Segar
Pilih buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka, melon, jeruk, dan timun.
Selain menjaga hidrasi, buah dan sayur kaya vitamin C dan antioksidan dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
5. Gunakan Masker di Lingkungan Berdebu
Debu yang beterbangan di musim kemarau dapat memicu alergi, batuk, dan sesak napas.
Gunakan masker medis atau kain bersih saat berkendara atau berada di area berdebu.
6. Jaga Kebersihan Lingkungan
Bersihkan rumah secara rutin, terutama bagian yang mudah menumpuk debu seperti lantai, meja, dan ventilasi.
Pastikan penampungan air tertutup rapat untuk menghindari berkembangnya jentik nyamuk ketika hujan kembali turun.
7. Istirahat Cukup dan Olahraga Teratur
Terpenting tidur 7–8 jam untuk setiap harinya agar membantu tubuh memulihkan energi.
Pilih olahraga ringan di pagi atau sore hari, seperti jalan santai atau bersepeda, untuk menjaga kebugaran.
Meski musim kemarau sering identik dengan udara kering, panas menyengat, dan debu yang mengganggu.
Kesehatan tetap bisa terjaga jika kalian menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
Kunci utamanya adalah memenuhi kebutuhan cairan, melindungi tubuh dari paparan sinar matahari langsung, menjaga asupan gizi, serta selalu memantau kondisi tubuh.
Jangan menunggu hingga muncul gejala seperti pusing, lemas, atau iritasi kulit untuk mulai waspada.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, aktivitas harian bisa tetap berjalan lancar dan tubuh tetap bugar sepanjang musim kemarau.
(MG/Anggitya Trilaksono)
| Musim Kemarau di DIY Diprediksi Lebih Lama karena El-Nino, Sebabkan Suhu Udara Tinggi |
|
|---|
| Prediksi BMKG soal Awal Musim Kemarau di DIY dan Potensi Fenomena El Nino |
|
|---|
| Godzilla El Nino Ancam Pertanian Indonesia, Pakar UGM ungkap Dampak dan Strategi Mitigasi |
|
|---|
| Prediksi BMKG soal Awal Musim Kemarau di DIY, Waspadai Potensi Kekeringan |
|
|---|
| Ancaman Kekeringan di DIY, DPKP Siapkan Satgas hingga Mapping Lahan Rawan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/cuaca-panas_20181013_094135.jpg)