Fapet UGM Kembangkan Lowkol dan Lowcose, Cegah dan Tangani Sindroma Metabolik
Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada yang dipimpin oleh Prof. Widodo, Ph.D mengembangkan pangan fungsional berbasis susu.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pola hidup masyarakat modern yang ditandai dengan minimnya aktifitas fisik dan tingginya tingkat konsumsi pangan tinggi kalori cenderung memacu terjadinya sindroma metabolik yang menyebabkan meningkatnya risiko penyakit berkaitan dengan kardiovaskular, stroke dan diabetes melitus.
Seiring dengan kondisi tersebut maka berbagai jenis pangan fungsional dilaporkan dapat mengurangi prevalensi sindroma metabolik seperti obesitas, hiperlipidemia, dan hiperglikemia.
Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ini berdampak pada peningkatan permintaan produk pangan fungsional, termasuk produk probiotik.
Hal inilah yang mendasari tim Laboratorium Teknologi Susu & Telur Departemen Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Prof. Widodo, Ph.D mengembangkan pangan fungsional berbasis susu.
“Pangan fungsional adalah produk pangan yang mengandung senyawa bioaktif atau mikrobia menguntungkan dalam jumlah mencukupi untuk memberikan manfaat kesehatan yang diinginkan. Selain menyediakan asupan nutrisi bagi tubuh, pangan fungsional juga mampu memberikan efek kesehatan karena adanya senyawa bioaktif yang terkandung di dalamnya,” papar Widodo dan tim, Kamis (31/7/2025).
Tim dari Laboratorium Teknologi Susu & Telur Departemen Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan (Fapet) lainnya, yakni Prof. Dr. Ir. Nurliyani, M.S., Endang Wahyuni, S.Pt., M.Biotech., dan Satyaguna Rakhmatulloh, S.Pt., M.Sc.
Widodo menuturkan salah satu probiotik indigenous asli Indonesia yang telah dikembangkan oleh tim adalah Lactobacillus casei strain AP. L. casei strain AP adalah probiotik yang berasal dari sistem pencernaan bayi yang mengonsumsi air susu ibu (ASI).
Hasil pengujian pra-klinis produk susu fermentasi menggunakan probiotik L. casei strain AP pada tikus diabetik dan uji klinis pada individu obesitas (body mass index = 32,9; n = 29) telah terbukti membantu menurunkan kadar kolesterol darah, sehingga produknya dinamakan Lowkol (low kolesterol).
Sementara itu, untuk memperbaiki mikrobiota saluran pencernaan dan mencegah terjadinya diabetes melitus tipe 2 (DM-2), berbagai macam probiotik telah dikembangkan untuk menjaga kesehatan usus.
| Review Kamar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Perpaduan Kenyamanan, Seni, dan Kemewahan |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Bantul Imbau Warga Tetap Tenang, Jangan Panic Buying BBM di Tengah Isu Kenaikan |
|
|---|
| Daftar Rekor Mohamed Salah di Liverpool, 7 Fakta usai Pamit dari Anfield |
|
|---|
| Penjelasan Lengkap Perbedaan Matcha dan Green Tea : Asal, Cara Penyajian, dan Manfaat Kesehatan |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 12 Maret 2026 Lengkap : Sagitarius Happy, Capricorn Perlu Adaptasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Susu-fermentasi-Lowkol-yang-dikembangkan-Fapet-UGM.jpg)