Polresta Sleman Tangkap Lagi Dua Perusak Mobil Polisi saat Ricuh Driver Online di Godean
Sebelumnya, ada dua pelaku yang telah lebih awal ditangkap, sehingga kini totalnya bertambah menjadi empat pelaku.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polresta Sleman kembali menangkap dua pelaku perusak mobil polisi saat terjadi kericuhan driver online di Bantulan, Godean, Kabupaten Sleman akhir pekan lalu.
Sebelumnya, ada dua pelaku yang telah lebih awal ditangkap, sehingga kini totalnya bertambah menjadi empat pelaku.
Polisi masih akan memburu pelaku lainnya.
"Sudah ada ditangkap 2 lagi. Masih ada yang akan ditangkap," kata Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, Kamis (10/7/2025).
Terkait nama dan peran kedua pelaku yang baru ditangkap, Edy masih enggan untuk mengungkapkannya.
Ia menyarankan agar media menanyangkan lebih detailnya ke Reskrim. Namun demikian, ia berjanji dalam waktu dekat akan segera dirilis ke publik.
"(detailnya) Sama reskrim ya. Lusa kita rilis," kata Edy.
Sebelumnya polisi telah menangkap dua orang yang diduga merusak mobil dinas polisi saat kericuhan, dalam aksi solidaritas driver ojek online di wilayah Bantulan, Sidoarum, Godean, Kabupaten Sleman akhir pekan lalu.
Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pelaku Perusakan Mobil Patroli Polsek Godean, Pelaku Terpancing Postingan di Medsos
Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Agha Ari Septyan, pada senin (7/7/2025) mengungkapkan, kedua orang yang ditangkap atas dugaan perusakan ini, berinisial BAP warga Caturharjo Sleman dan MTA warga Baturetno, Banguntapan, Bantul.
Mereka masih baru berusia 18 tahun.
Kedua tersangka ikut aksi yang berujung anarkis tersebut karena terpancing postingan yang menyebar di media sosial.
"Karena viral di tiktok, media sosial akhirnya mereka ikut semua. Semua berawal dari media sosial. Karena ada rame-rame, ribut ribut jadi merasa, wah (korban) driver Shopee food nih, akhirnya solidaritas. Sebenarnya ini solidaritas yang salah," kata dia.
Berdasarkan berita acara pemeriksaan, kedua tersangka mengakui sebagai kurir Shopee food.
Namun akun yang digunakan bukan milik pribadi.
Tersangka BAP warga Sleman menggunakan akun milik orangtuanya.
Sedangkan tersangka MTA menggunakan akun milik teman kakak perempuannya. Kedua pelaku juga belum memiliki SIM.
Keduanya ikut dalam aksi solidaritas di Bantulan, Godean pada Sabtu (5/7/2025) dini hari.
Saat kericuhan terjadi, pelaku BAP kedapatan mendorong mobil polisi hingga terbalik.
Adapun pelaku MTA juga ikut dalam upaya membalikkan mobil polisi dan berusaha membakarnya dengan menyulut api di seputar tangki bahan bakar minyak.(*)
| Polisi Analisa Rekaman CCTV, Lacak Identitas Pelaku Pembacokan Petugas TPR Parangtritis |
|
|---|
| Dosen UGM Jadi Korban Penipuan, Beli Rumah Lunas Rp643 Juta, tapi Sertifikat Digadaikan Pengembang |
|
|---|
| Polisi Minta Tiga Pelaku Pembacokan Pelajar di Kota Baru Segera Menyerahkan Diri |
|
|---|
| Update Kasus Shinta Alumni UGM dan Oknum Polisi Sleman, Ini Alasan Keluarga Sang Mantan Menolak RJ |
|
|---|
| Babak Baru Kasus Alumni UGM: Keluarga Mantan Pacar Tolak Damai, Shinta Desak Polisi Keluarkan SP3 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kapolresta-Sleman-Kombes-Pol-Edy-Setianto-Erning-Wibowo-3052025.jpg)