3.976 Balita di Gunungkidul Dilaporkan Terkena ISPA, Faktor Cuaca Jadi Pemicu
Jumlah tersebut terhitung dalam rentang waktu, yakni triwulan pertama sebanyak 3.485 kasus dan triwulan kedua sebanyak 491 kasus.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul mencatat sebanyak 3.976 balita terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia, sepanjang tahun 2025.
Jumlah tersebut terhitung dalam rentang waktu, yakni triwulan pertama sebanyak 3.485 kasus dan triwulan kedua sebanyak 491 kasus.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Ismono, mengatakan banyaknya kasus ISPA yang menyerang balita dikarenakan kelompok ini termasuk kategori golongan rentan.
Di mana, golongan tersebut mudah terpapar sejumlah jenis penyakit lantaran daya tahan tubuhnya lemah.
"Anak di bawah 5 tahun ini memiliki imun yang lemah, sehingga gampang terpapar penyakit ataupun virus," tuturnya, pada Rabu (9/7/2025).
Apalagi, Ismono mengatakan faktor paling dominan memicu ISPA atau pneumonia adalah kondisi cuaca yang lembab dan perubahan iklim.
Di mana, kondisi ini dapat meningkatkan transmisi virus.
"Saat ini sedang kemarau basah, sebetulnya kemarau basah itu menyebabkan kelembapan tinggi, yang meningkatkan stabilitas virus di udara," ucapnya.
Baca juga: Petik Laut Pantai Sadeng: Ritual Syukur Nelayan Gunungkidul Jaga Warisan dan Kekayaan Laut
Ia menjelaskan penyakit ISPA disebabkan satu dari 23 mikroorganisme, salah satunya Human Metapneumovirus (HMPV) yang masuk ke saluran pernapasan.
Gejala yang dialami antara lain batuk dan pilek, bisa disertai demam yang berkelanjutan, sakit tenggorokan, sulit bernapas, sakit kepala, dan lemas atau lelah.
"Jika, tidak ditangani dengan tepat, virus ini bisa menyebabkan kematian pada anak balita. Meskipun, saat ini belum tercatat kasus kematian akibat ISPA pada anak," ucapnya.
Melihat kondisi ini, pihaknya pun mengimbau agar orangtua memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap, termasuk vaksin DPT dan campak.
Serta,menghindari anak dari paparan asap rokok dan polusi udara, menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, hingga memberikan asupan gizi yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.
Selain itu, orangtua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika menunjukkan gejala yang mengarah pada ISPA.
| Kekeringan Mengintai, Belum Masuk Musim Kemarau, Pak Lurah Giripurwo Sudah Beli 2 Tangki Air Bersih |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
| Nasib Bus Sekolah Gunungkidul di Tengah Kenaikan BBM, Dishub Hitung Ulang Anggaran Agar Tetap Jalan |
|
|---|
| 110 Balita di Kota Yogya Terjangkit Pneumonia di Awal 2026, Dinkes Genjot Imunisasi PCV |
|
|---|
| Anggota Satpol PP Gunungkidul Nyambi Jadi Maling, Rusak CCTV Demi Hilangkan Jejak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ispa-ilustrasi_20160910_113520.jpg)