Viral Video Diduga Penyerangan SMP di Salam Magelang, Ini Kata Polisi

Aksi yang disebut sebagai penyerangan ini menjadi sorotan publik hingga pihak kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan.

Tayang:
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/ Suluh Pamungkas
Ilustrasi pelajar 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG – Sebuah rekaman video yang menampilkan aksi sekelompok remaja mendatangi sebuah SMP di wilayah Salam, Kabupaten Magelang, viral di media sosial. 

Aksi yang disebut sebagai penyerangan ini menjadi sorotan publik hingga pihak kepolisian turun tangan melakukan penyelidikan.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa para pelaku adalah rombongan pelajar yang melintas di area sekolah lain sambil melakukan aksi provokatif.

Dalam rekaman, terlihat sejumlah remaja berhamburan dan berteriak. 

Beberapa di antaranya tampak membawa benda tajam dan bergerak ke arah gerbang masuk SMP yang berada di wilayah Salam.

Kapolsek Salam, AKP Darwan, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa peristiwa terjadi setelah rombongan alumni yang mengikuti acara reuni melintas melalui jalur depan SMPN 3 Salam, tepatnya di daerah Kadiluwih pada Minggu (6/7/2025) sore.

"Di sana (depan gerbang SMPN 3 Salam) mancing-mancing dengan menggeber motor. Warga masyarakat di situ terprovokasi terus melakukan perlawanan," terang Darwan.

Meski insiden sempat menimbulkan ketegangan, hingga kini belum ada pelaku yang diamankan. 

Darwan menyebutkan ada dua orang dari pihak pelaku yang mengalami luka.

"Sementara dari para pelaku ada dua yang terluka. Sampai saat ini sakit (terluka) sehingga belum bisa dimintai keterangan. Sudah teridentifikasi pelakunya, nanti biar dikembangkan sama Reskrim," imbuhnya.

Darwan menuturkan, apabila seluruh pelaku masih di bawah umur, maka penyelesaian perkara akan diupayakan melalui musyawarah terlebih dahulu.

Jika tidak tercapai kesepakatan, kasus tersebut akan dilimpahkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Magelang, mengingat para pelaku merupakan anak-anak yang baru lulus SMP.

"Kalau di bawah umur semua biar diselesaikan secara musyawarah," pungkas Darwan.

Kasi Humas Polresta Magelang, Iptu Lilik Purwaka, menyebut terduga pelaku penyerangan belum bisa dimintai keterangan lantaran sakit. 

"Saat ini yang bersangkutan (terduga pelaku penyerangan) belum bisa dimintai keterangan karena masih sakit," kata Lilik.

Ia mengatakan, proses identifikasi masih berjalan.

"Baru dalam rangka penyelidikan," ujar Lilik. (tro)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved