Jadwal Festival Lima Gunung di Lereng Merapi Juli 2025
Perhelatan budaya tahunan Festival Lima Gunung (FLG) kembali hadir pada Juli 2025.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Perhelatan budaya tahunan Festival Lima Gunung (FLG) kembali hadir pada Juli 2025.
Memasuki pelaksanaan untuk kali ke-24, festival ini akan berlangsung pada 9 hingga 13 Juli 2025, berlokasi di Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, tepatnya di kawasan lereng Gunung Merapi.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, seluruh rangkaian acara terbuka gratis untuk publik.
Ketua Komunitas Lima Gunung, Sujono atau yang akrab disapa Jono Keron, mengungkapkan bahwa FLG tahun ini mengangkat tema "Andhudhah Kawruh Sinengker".
Tema tersebut diwujudkan dalam bentuk instalasi seni berukuran besar berupa patung Ganesha raksasa, berukuran 7 x 4 meter, yang dibuat menggunakan material alam hasil pertanian di sekitar kawasan Merapi.
“FLG tahun ini bertepatan dengan bulan Suro dan simbol utamanya adalah Ganesha sebagai lambang ilmu dan kebijaksanaan,” ujarnya, Sabtu (5/7/2025).
Festival yang diinisiasi oleh para seniman dari lima pegunungan yakni Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh ini akan dimeriahkan oleh 80 kelompok kesenian.
Total ada sekitar 1.225 penampil yang terdiri dari seniman komunitas, keluarga padepokan, pelajar, warga sekitar, hingga tamu mancanegara.
“Seniman yang tampil berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Riau. Ada juga dari Jepang dan Argentina,” jelas Jono Keron.
Rangkaian Acara Festival Lima Gunung 2025:
Rabu, 9 Juli
Pembukaan festival dengan uyon-uyon di area candi.
Kamis, 10 Juli
Rangkaian spiritual seperti pembacaan yasin, kenduri, pemasangan sesaji, tirakatan, panembrama, beksan kembar mayang, dan pagelaran wayang sakral.
Jumat, 11 Juli
Mulai pukul 06.00 WIB: kirab jathilan, pembukaan resmi FLG XXIV, pemberian Lima Gunung Award, peluncuran buku "Arung Lima Gunung", dan pementasan seni dari sejumlah grup seperti Sanggar Gubuk Merbabu, Sanggar Prematur, Wukir Suryadi, Satsuki Kojima, Walter Sebastian Vites Sanchez (Argentina), serta penutup berupa pertunjukan wayang gabungan yang berlangsung hingga malam hari.
Sabtu, 12 Juli
Pentas dimulai pukul 13.00 WIB dengan deretan penampil seperti Philos Immortal Band, Goebok Creative, Tikungan Tajam, Padepokan Tjipta Boedaja, SMA Taruna Muhammadiyah, Kyai Kanjeng, hingga Turonggo Gandhung Mateges.
Minggu, 13 Juli
Dimulai pukul 11.00 WIB: Komunitas Diajeng Semarang, Sanggar Wono Seni, Wall of Jericho Band, Padepokan Warga Budaya, Artha Biola, Komunitas Rawa Pening, hingga kelompok tari seperti Langen Budi Sedya Utama dan Bhekso Turonggo Mudho akan tampil menutup festival.
Staf Pengajar Universitas di Yogyakarta Asal Magelang Edarkan Sekretom Ilegal |
![]() |
---|
Kontingen LTUB SMA Negeri 4 Kota Magelang Berlaga di Tingkat Nasional |
![]() |
---|
Pengakuan Orangtua Pasien Ginjal Bocor Setelah Berobat ke Dokter Hewan di Magelang |
![]() |
---|
Kasus Praktik Dokter Hewan di Magelang Edarkan Sekretom Ilegal untuk Pasien Manusia |
![]() |
---|
Kejari Kabupaten Magelang Musnahkan Barang Bukti Narkotika hingga Sajam. |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.