Gelar Rakernas, ASITA Soroti Dampak Geopolitik Hingga Tingginya Tiket Pesawat Domestik
ASITA mendorong adanya regulasi dan intervensi yang adil, serta membuka dialog dengan para pelaku penerbangan dan regulator.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2025 beberapa waktu lalu.
Ada beberapa isu yang dibahas dalam rakernas bertajuk “ASITA SATU: Bersama Memajukan Pariwisata Indonesia yang Tangguh, Inovatif, Kolaboratif dan Berkelanjutan”.
Ketua Umum ASITA, N Rusmiati, mengatakan kondisi geopolitik global, khususnya konflik Israel-Iran dapat berdampak negatif pada persepsi keamanan Asia, termasuk Indonesia.
Sebagai gerbang utama masuknya wisatawan internasional, Jakarta menjadi titik sentral yang paling merasakan dampak dari ketidakpastian tersebut.
“Baik dari sisi trafik wisatawan, citra destinasi, hingga kepercayaan pasar internasional. Sehingga perlu langkah antisipatif dan strategi komunikasi agar pariwisata Indonesia tetap kompetitif dan terpercaya di mata dunia,” katanya melalui keterangan tertulis.
“Situasi ini sekaligus menjadi peluang. ASITA memandang pentingnya menghidupkan kembali semangat “Enjoy Jakarta” sebagai kampanye utama pariwisata ibu kota,” sambungnya.
Pihaknya juga menyoroti tingginya harga tiket pesawat domestik yang masih tinggi.
Tiket pesawat domestik cenderung lebih tinggi dibandingkan ke luar negeri.
Hal ini menjadi penghambat mobilitas wisatawan domestik dan merugikan destinasi-destinasi wisata dalam negeri.
Untuk itu, ASITA mendorong adanya regulasi dan intervensi yang adil, serta membuka dialog dengan para pelaku penerbangan dan regulator.
“Sehingga tercipta kebijakan harga yang mendorong pemerataan wisata nasional, bukan sebaliknya,” lanjutnya.
Sebagai bentuk konkret dari semangat kolaborasi dan promosi, Rakernas kali ini juga meluncurkan ASITA Fair yang rencananya akan diadakan pada September 2025 mendatang.
“Ini adalah ajang B2B dan B2C yang mempertemukan pelaku usaha pariwisata antarnegara. Harapannya ini menjadi ruang promosi dan transaksi wisata yang lebih masif, langsung, dan berdampak nyata, sekaligus membangun ekosistem usaha wisata yang kuat di seluruh Indonesia,” imbuhnya. (*)
Dari Yogyakarta ke Ternate: Pataka JKPI Resmi Berpindah Tangan |
![]() |
---|
Kesuksesan Rakernas Perkuat Posisi Kota Yogyakarta sebagai Pusat Kebudayaan Nasional |
![]() |
---|
Berkat Diskon, Pemudik Bisa Dapatkan Tiket Pesawat dengan Harga Lebih Murah di Lebaran 2025 |
![]() |
---|
Diskon Tiket Pesawat dan Tarif Tol Diharapkan Bisa Mendongkrak Kunjungan Wisatawan ke Jogja |
![]() |
---|
Banjir Diskon jelang Mudik Lebaran 2025, Ada Diskon Tarif Tiket Pesawat hingga Tol |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.