Daftar 4 Negara Penghasil Beras Terbesar di Dunia, India Nomor Satu, Indonesia ke Empat

Berdasarkan data yang dipublish oleh FAO, per Juni 2025, India menjadi negara penghasil beras terbanyak di dunia.

Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
tribun jogja / Dewi Rukmini
CEK BULOG: Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, saat mengecek stok persediaan beras di Gudang Bulog Meger, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (18/3/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Food and Agriculture Organization (FAO) mempublikasikan negara-negara penghasil beras terbesar di dunia.

Berdasarkan data yang dipublish oleh FAO, per Juni 2025, India menjadi negara penghasil beras terbanyak di dunia.

India mampu menghasilkan beras sebanyak 146 juta ton per tahun.

Kemudian di posisi kedua ada China dengan produksi beras sebanyak 143 juta ton.

Sedangkan di posisi ketiga ada Bangladesh dengan produksi beras sebanyak 40,7 juta ton.

Sementara Indonesia berhasil menempati urutan keempat dengan produksi beras nasional sebesar 35, 6 juta ton.

Berdasarkan data dari pemerintah, sok beras cadangan pemerintah saat ini sudah sebanyak 1,15 juta ton.

Rinciannya, 1,8 juta ton sisa beras impor tahun 2024 yang masih menumpuk di gudang Perum Bulog. 

Sedangkan 2,5 juta ton beras berasal dari serapan dalam negeri.

 “Hari ini total stok ada 4,15 juta ton. Perlu diketahui 1,8 juta tonnya adalah transfer stok dari 2024 dan penyerapan beras dalam negeri 2,5 juta ton juga merupakan serapan terbaik," ujar Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, dikutip dari Kompas.com, Senin (23/6/2025).

Baca juga: BREAKING NEWS: Pelajar Asal Semarang Terseret Gelombang Besar di Pantai Watu Kodok Gunungkidul 

Dengan estimasi produksi beras Indonesia tersebut, Arief memastikan pemerintah melalui Bulog mengoptimalisasi penyerapan beras dalam negeri.

Artinya, sepanjang 2025-2026 impor beras belum menjadi opsi utama.

"Untuk stok beras Bulog di Sumatera Barat hari ini menjadi salah satu yang terbaik. Ada 17.900 ton, jadi sangat mumpuni untuk stabilisasi,” paparnya.

Di lain sisi, pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih menunggu persetujuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Padahal Bapanas sebelumnya menargetkan SPHP beras dapat digelontorkan akhir Juni ini.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved