Seniman Jogja Ditantang Suguhkan Karya Terbaik di Kompetisi Seni Lukis 2025
Kompetisi seni lukis tahunan bertajuk UOB Painting of the Year kembali digelar untuk ke-15 kalinya di Indonesia.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Iwan Al Khasni
Yogyakarta, Tribunjogja.com - Kompetisi seni lukis tahunan bertajuk UOB Painting of the Year digelar lagi untuk ke-15 kalinya di Indonesia.
Bukan sebatas kompetisi, inisiatif ini merupakan wadah strategis untuk menemukan, mengembangkan, dan merayakan seniman-seniman berbakat dari seluruh penjuru nusantara.
Head of Strategic Communications and Brand UOB Indonesia, Maya Rizano, mengatakan, UOB Painting of the Year 2025 terbagi dalam dua kategori.
Sehingga, peserta pun bisa memilih mengikuti kategori emerging (pendatang baru), atau profesional, yang disesuaikan dengan track record-nya.
"Pendaftaran karya dibuka sepanjang 8 Mei hingga 2 Agustus 2025," tandasnya, di sela art talk 'The Arftul Balance', di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM Yogyakarta, Sabtu (20/6/25).
Ia pun mengungkapkan, dewan juri yang didapuk pada tahun ini terdiri dari deretan ahli seni berpengalaman, dengan latar belakang internasional.
Yakni, Agung Hujatnika, Kurator Independen dan Dosen ITB; Venus Lau, Direktur Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara); serta Alia Swastika, Kurator dan Direktur Biennale Jogja Foundation.
"Para pemenang kompetisi UOB Painting of the Year (Indonesia) bakal diumumkan pada ajang penghargaan yang digelar 15 Oktober 2025 mendatang," cetusnya.
"Pemenang utama dari Kategori Seniman Profesional akan mewakili Indonesia untuk bersaing dengan pemenang dari Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Mereka bakal adu kreativitas memperebutkan gelar UOB Southeast Asian Painting of the Year, serta kesempatan mengikuti residensi seni di luar negeri.
Selanjutnya, untuk pemenang UOB Southeast Asian Painting of the Year 2025, selaras rencana akan diumumkan pada 12 November di Singapura.
"Para pemenang dan finalis dari UOB Painting of the Year menjadi bagian dari UOB Art Alumni Network, komunitas eksklusif yang dirancang untuk menginspirasi dan mendorong pertumbuhan kolaborasi antar-seniman," jelas Maya.
"Melalui jaringan ini, UOB menyediakan berbagai peluang, termasuk pelatihan, eksibisi, serta peluang kerja sama dengan galeri dan komunitas seni di Asia Tenggara," tambahnya.
Sebagai informasi, pada gelaran tahun lalu, seniman lulusan ISI Yogyakarta, Muhammad Yakin, muncul sebagai pemenang UOB Painting of the Year 2024.
Selain penghargaan, pria kelahiran 1992 tersebut juga diganjar program residensi untuk memperdalam ilmu dan mengharumkan nama Indonesia di dunia seni Eropa.
"Dengan membuka akses ke program residensi internasional dan jaringan seniman di Asia Tenggara, UOB membantu para seniman Indonesia berkembang dan dikenal di kancah seni regional maupun global," pungkas Maya. (aka)
| Polisi Nyatakan Informasi Tawuran dan Pemukulan di Batas Kota Jalan Magelang Yogyakarta Tidak Benar |
|
|---|
| Hanya 0,59 Persen ASN Pemkot Yogya yang WFH, Kinerja Pegawai Diklaim Terkendali |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengguna Mobil di Bantul Pusing Atur Siasat |
|
|---|
| KAI Daop 6 Jadi Ruang Interaksi Lewat Pameran Sumbu Filosofi Yogyakarta dan Penanda Sejarahnya |
|
|---|
| Pengurus SOKSI DIY Hasil Revitalisasi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Partai Golkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UOB-Painting-of-the-Year-2025-Yogyakarta.jpg)