Markas Tanding untuk PSIM
Selangkah Lagi PSIM Akan Miliki Markas Tanding Kandang
Laskar Mataram pun mencari sejumlah alternatif stadioan sebagai markas tandingnya. Saat itu isu yang muncul adalah Stadion Maguwoharjo Sleman.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: ribut raharjo
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketika PSIM Yogyakarta memastikan diri naik kasta ke Liga 1 2025/2026 dengan status sebagai juara Liga 2 2024/2025, penggemar dan publik sepak bola DIY pun menyambut luar biasa.
Namun kendala muncul ketika markas atau kandang yang selama ini dipakai untuk menjamu lawan yakni, Stadion Mandala Krida Yogyakarta, dinyatakan tidak layak untuk menggelar pertandingan Liga 1.
Selain karena memang membutuhkan renovasi di sana-sini, stadion yang berada di tengah Kota Yogyakarta ini juga tengah terlilit masalah hukum.
Laskar Mataram pun mencari sejumlah alternatif stadioan sebagai markas tandingnya. Saat itu isu yang muncul adalah Stadion Maguwoharjo Sleman.
Stadion ini digunakan PSS Sleman bertanding di Liga 1 2024/2025. Namun Super Elja, – julukan PSS Sleman, harus turun kasta karena poinnya berada di baris degradasi ke Liga 2.
Ketika Managemen PSIM yang dipimpin Direktur Utama Yuliana Tasno sowan ke Gubernuran, ada nasihat untuk Laskar Mataram.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X
meminta PSIM Yogyakarta untuk memanfaatkan Stadion Maguwoharjo, Sleman untuk kandang sementara di kompetisi Liga 1 2025/2026.
"Pendapat saya di Jogja itu yang punya standar FIFA dan yang sudah direhab itu Sleman (Stadion Maguwoharjo). Sehingga, bagaimana basecamp Sleman itu bisa juga digunakan," ujarnya.
Sri Sultan menegaskan, meskipun Stadion Maguwoharjo berada di Kabupaten Sleman, namun stadion itu tidak hanya berlaku bagi klub yang berasal dari Sleman saja.
"Stadion itu tidak hanya berlaku untuk masing-masing kabupaten. Yang penting disewa, kan gitu," jelasnya.
"Jadi (PSIM) bisa menggunakan di sana karena kebetulan saat itu belum memungkinkan Mandala Krida (direnovasi) karena masih ada persoalan hukum menyangkut masalah pidana pada waktu itu sehingga tertunda untuk direhab sehingga Sleman terlebih dahulu," tambahnya.
Gubernur pun meminta tim berjuluk Laskar Mataram tetap berkandang di DIY karena memang Stadion Maguwoharjo yang memiliki standar FIFA setelah direnovasi oleh Kementerian PU pada beberapa waktu lalu.
"Sebelum (Mandala Krida) memenuhi standar FIFA kan bisa di (Maguwoharjo) Sleman, kan tak ada masalah tetap DIY karena yang lain belum dianggap memenuhi standar. Dasarnya itu, jangan masalah stadion itu posisinya di mana, nggak ada posisinya terus nggak boleh," ulasnya.
Sultan lalu menegaskan, klub-klub asal luar Yogyakarta bisa berkandang di DIY pada musim-musim lalu, sehingga sudah sewajarnya klub asli DIY tetap berkandang di provinsi itu.
"Wong yang dari Jakarta basecamp-nya di Jogja ya boleh," imbuhnya.
Menurutnya, PSIM dan PSS bisa berbagi kandang di kompetisi sepak bola nasional karena pertandingan tidak digelar bersamaan. "Jangan memecah-mecah stadion untuk punya satu-satu, itu untuk kota atau itu untuk Sleman saja,” katanya.
PSIM Buka Komunikasi dengan Bupati Sleman
Bos PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, disebut sudah membuka komunikasi dengan Bupati Sleman Harda Kiswaya agar Laskar Mataram berkandang di Stadion Maguwoharjo untuk Liga 1 2025/2026.
Adapun Stadion Maguwoharjo yang merupakan kandang dari PSS Sleman adalah satu-satunya stadion di DIY yang mendekati standar FIFA dan lolos verifikasi PT LIB selaku operator kompetisi di Liga 1.
"Ini komunikasi langsung sudah dilakukan dengan Bu Direktur, dan Pak Harda menyambut baik dan merespons niatan ini," ujar Ketua Panpel PSIM Yogyakarta, Wendy Umar Senoaji, Rabu (11/6/2025).
Lanjut Wendy, meski belum bertemu secara tatap muka, namun Liana sudah membuka komunikasi dengan Bupati Sleman sejak jauh-jauh hari.
"Kalau audiensi kita masih menunggu jadwal beliau (Bupati Sleman)," ulasnya.
Menurut Wendy, meski belum bertemu secara tatap muka, namun orang nomor satu di Kabupaten Sleman itu diakui sudah mengirim sinyal-sinyal positif agar PSIM bisa menyewa Stadion Maguwoharjo di musim depan.
"Alhamdulillah. Sebenarnya Pak Harda sudah memberikan sinyal-sinyal itu dari awal. Pemkab Sleman pun sudah. Kami juga menghargai dari Pemkab Sleman dan mengakomodir terkait dengan niat baik PSIM," ulasnya.
Dia pun berharap, apa yang disampaikan oleh Bupati Sleman ke publik bisa menambah kerukunan di DIY. Saling bantu demi nama baik DIY di kancah nasional.
Harda Siap Ikuti Arahan Sultan
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, memberi lampu hijau untuk PSIM Yogyakarta berkandang di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Terkait hal itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya mengaku akan mengikuti instruksi dari Sultan, meskipun pihaknya masih luka dengan terdegradasinya PSS Sleman ke Liga 2.
"Jadi kami masih luka ini, kami PSS ini baru hancur lembur ini, ya kan, artinya kami baru susah. Ngarso Dalem sudah seperti itu, tentu kami rakyatnya ya, 'sujud' sama beliau," kata Harda, Rabu (11/6/2025).
Menurut dia, terkait rencana PSIM Yogyakarta berkandang di Stadion Maguwoharjo untuk mengarungi Liga 1 belum ada komunikasi formal.
Sejauh ini komunikasi baru sebatas informal menggunakan sambungan telepon.
Tetapi seandainya memang serius Laskar Mataram, julukan bagi PSIM, akan berkandang di Stadion Maguwoharjo maka tentu akan ada komunikasi lebih lanjut.
"Kalau tenanan, serius. Ya nanti kita rembuk, kita harus bersatu, kita harus rukun. Mudah-mudahan dengan adanya peristiwa saat ini PSS ke Liga 2, PSIM ke Liga 1, mudah-mudahan ada hikmahnya besar pesepakbolaan di DIY," kata Harda.
Mantan Sekda Sleman itu mengungkapkan, nantinya akan ada komunikasi intensif antara Pemkab Sleman dengan manajemen PSIM maupun PSS.
Semua pihak harus duduk bersama untuk membahas hal tersebut. Termasuk memastikan kerukunan dan keamanan.
Sebab, kata Harda, PSS Sleman juga tetap akan berkandang di Stadion Maguwoharjo untuk mengarungi Liga 2.
"Ya pasti, nanti kalau ada permohonan langsung, kita bahas bagaimana yang terbaik. Tapi, komitmen saya harus aman. Kalau tidak ada jaminan aman, saya nuwun sewu, saya mesti matur Ngarso Dalem. Karena ini tinggal sejarah kan. Tapi sebetulnya ini momen yang amat sangat bagus untuk rekonsiliasi," ujar dia. (mur/rif)
| PSIM Yogyakarta Minta LIB Susun Jadwal Laga Kandang Tak Bersamaan dengan PSS Sleman |
|
|---|
| Bos PSIM Yogyakarta Bilang ke Wali Kota Yogya Sulitnya Dapat Tempat Latihan Permanen |
|
|---|
| Mandala Krida Tak Memungkinkan, Gubernur DIY HB X Minta PSIM Yogyakarta Berkandang di Maguwoharjo |
|
|---|
| Respons Bupati Sleman soal Restu Sultan PSIM Berkandang di Stadion Maguwoharjo |
|
|---|
| Sinyal Positif, Bos PSIM Yogyakarta Komunikasi dengan Bupati Sleman agar Berkandang di Maguwoharjo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kantongi-Restu-HB-X-Panpel-PSIM-Yogyakarta-Gercep-Temui-BKAD-Sleman-dan-UPT-Stadion-Maguwoharjo.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.