Agenda Mandiri Jogja Marathon 22 Juni 2025
Acara ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM dan pariwisata.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM- Bank Mandiri resmi mengumumkan rencana pelaksanaan Mandiri Jogja Marathon 2025 yang akan digelar pada 22 Juni 2025 mendatang. Ajang lari internasional ini dipusatkan di Candi Prambanan, dengan jalur yang menggabungkan kekayaan alam dan budaya khas Yogyakarta.
Acara ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM dan pariwisata.
Rencana penyelenggaraan itu disampaikan dalam audiensi antara jajaran Direksi Bank Mandiri dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (3/6).
Pertemuan tersebut menjadi ajang permohonan restu sekaligus undangan resmi kepada Sri Sultan untuk membuka acara dengan melakukan flag off.
“Tujuan kami sowan adalah memohon doa restu dan mengundang Ngarsa Dalem untuk membuka secara resmi Mandiri Jogja Marathon 2025,” ujar Wisnu Tri Hanggodo, Senior Executive Vice President Bank Mandiri, usai pertemuan.
Mandiri Jogja Marathon tahun ini akan melibatkan 9.200 pelari dari 18 negara, termasuk Indonesia. Sejumlah negara peserta di antaranya adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Nigeria, dan Kenya—yang dikenal sebagai rumah bagi para pelari maraton profesional.
Mengusung tema “Accelerate Your Limit, Embrace the Culture”, penyelenggaraan marathon tidak sekadar ajang olahraga, melainkan dirancang sebagai etalase budaya dan ekonomi lokal. Beberapa hari menjelang hari H, Bank Mandiri akan menggelar rangkaian acara Road to Mandiri Jogja Marathon 2025, yang turut melibatkan pelaku UMKM DIY. Mereka akan diberikan ruang untuk memamerkan sekaligus menjual produk unggulan mereka.
Selain itu, di sepanjang rute lari yang melintasi berbagai kawasan wisata, panitia juga menyiapkan spot-spot seni budayayang menampilkan pertunjukan tradisional khas Yogyakarta. “Kami ingin event ini menjadi momentum untuk promosi seni dan budaya DIY ke kancah internasional,” jelas Wisnu.
Hal baru dari penyelenggaraan tahun ini adalah konsep medali berkelanjutan. Wisnu menjelaskan, mulai 2025 hingga lima tahun ke depan, setiap edisi Mandiri Jogja Marathon akan memberikan medali dengan desain khusus.
Jika dikumpulkan selama lima tahun, medali-medali tersebut akan membentuk logo keistimewaan Yogyakarta. Inovasi ini diharapkan dapat menciptakan antusiasme berkelanjutan dari peserta, sekaligus memperkuat citra DIY sebagai destinasi olahraga dan budaya.
Mandiri Jogja Marathon 2025 menyediakan empat kategori lomba: maraton penuh (42 km), half marathon (21 km), serta kelas 10 km dan 5 km. Diharapkan, acara ini mampu mendorong minat wisatawan untuk datang ke Yogyakarta, memperpanjang masa tinggal, dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lokal.
Dengan skala penyelenggaraan yang makin luas dan konsep yang semakin terintegrasi dengan potensi daerah, Mandiri Jogja Marathon 2025 diproyeksikan bukan hanya sebagai ajang olahraga prestisius, tetapi juga sebagai pendorong penguatan ekonomi kerakyatan DIY.
| Libur Sekolah 2026, 12 Destinasi Wisata Unggulan Jogja Dipastikan Siap Sambut Lonjakan Turis |
|
|---|
| Tidak Ada Anomali Pemicu Api, Ini Kesimpulan Lengkap Tim UGM dan UPNVY soal 'Teror Api' di Seyegan |
|
|---|
| Penelitian Resmi Ditutup, Tim Ahli UPN dan UGM Pastikan 'Teror Api' Seyegan Bukan Fenomena Alam |
|
|---|
| Donny Warmerdam Pamit dari PSIM: Andai Bisa Bermain Lebih Banyak |
|
|---|
| Pesan Dirut PSIM Jogja untuk Pendukung Laskar Mataram usai Terpilihnya Pemimpin Baru Brajamusti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Berlari-Bersama-Playon-Jogja-Astra-Motor-Yogyakarta-mengadakan-PCX160-Fun-Run.jpg)