Rumusan Master Plan Pantai Selatan, Begini Penjelasan Bappeda Bantul

Kepala Bappeda Bantul, Ari Budi Nugroho, berujar, penyusunan master plan tersebut memerlukan cukup waktu, namun tetap berjalan sesuai masa kontrak

Tribunjogja.com/Neti Rukmana
KAWASAN PANSELA: Foto dok ilustrasi TPR Induk Pantai Parangtritis, Rabu (1/5/2024). Pemkab Bantul sedang merumuskan master plan pengembangan pantai selatan (Pansela). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menargetkan perumusan master plan pengembangan pantai selatan (Pansela) maksimal rampung pada akhir tahun 2025. 

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho, berujar, penyusunan master plan tersebut memerlukan cukup waktu, namun tetap berjalan sesuai masa kontrak yang berlaku.

"Perencanaan atau master plan pengembangan Pansela kan perlu lihat dinamika di lapangan. Itu karena sudah banyak kegiatan atau aktivitas di sana. Kemudian juga sudah ada kebijakan-kebijakan, sehingga perlu direspon dan membutuhkan cukup waktu," katanya, Kamis (29/5/2025).

Disampaikannya, dari aspek-aspek tersebut perlu diberikan akomodasi agar mampu dikembangkan dan dikelola lebih baik ke depannya. Selain itu, pembahasan atau perumusan master plan pengembangan Pansela menjadi kepastian pembangunan berjalan sesuai rencana, efisien, dan berkelanjutan.  

"Sejauh ini sudah ada banyak masukkan yang kami dapatkan untuk pengembangan kawasan Pansela. Jadi, nanti tim atau tenaga ahli akan memformulasikan kembali master plan pengembangan Pansela ini," jelas dia.

Lebih lanjut, Ari menyampaikan bahwa master plan juga dirancang oleh sejumlah stakeholder, mulai dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Keraton Ngayogyakarta, Ditpolairud Polda DIY, perguruan tinggi, dan sebagainya.

"Kemudian, kemarin juga sudah mendapatkan arahan dari Pak Bupati bahwa ada beberapa sektor industri yang diharapkan terlibat dalam pengembangan Pansela. Jadi, itu semua akan diformulasikan juga oleh tim atau tenaga ahli kami," tutur Ari.

Ari menyebut bahwa tidak hanya sektor kelautan, pariwisata, pertanian, dan perdagangan saja yang terlibat dalam perumusan master plan pengembangan Pansela, tetapi juga ada konservasi hingga kebudayaan. Pasalnya, kawasan Pansela Bumi Projotamansari memiliki banyak potensi lokal yang perlu dijaga atau dilestarikan dan ditingkatkan dengan harapan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat.

"Jadi, semua usulan kami terima dan akan kami olah agar tertata dengan baik," tandas dia.(nei)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved