Promosikan Kuliner Kulon Progo Warisan Budaya Tak Benda Gula Kethak Lewat Bedah Buku

Buku tersebut dibuat dalam bentuk kisah perjalanan anak-anak yang sedang mencari Gula Kethak.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
BEDAH BUKU: Kegiatan Bedah Buku "Gula Kethak: Jajanan Khas Kulon Progo" di Aula Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kulon Progo, Rabu (28/05/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kulon Progo turut berupaya mempromosikan kuliner khas daerah lewat berbagai kegiatan literasi. Salah satunya lewat kegiatan Bedah Buku pada Rabu (28/05/2025) lalu.

Kepala Dispussip Kulon Progo, Duana Heru Supriyanta mengatakan buku yang menjadi bahan diskusi berjudul "Gula Kethak: Jajanan Khas Kulon Progo".

"Buku ini sengaja kami pilih untuk kegiatan bedah buku karena konsepnya yang sederhana namun menarik," jelas Duana ditemui di Kantor Dispussip Kulon Progo, Rabu lalu.

Buku tersebut dibuat dalam bentuk kisah perjalanan anak-anak yang sedang mencari Gula Kethak. Buku setebal 20 halaman tersebut juga disertai ilustrasi yang memanjakan mata pembacanya.

Menurut Duana, konsep bukunya sesuai dengan minat pembaca saat ini yang membutuhkan bacaan ringan namun mudah dipahami. Terutama bagi anak-anak yang menyukai keberadaan ilustrasi.

"Jadi buku ringan dan sederhana tetap memberikan imbas pada pemahaman dan literasi di masyarakat," ujarnya.

Duana pun ingin Gula Kethak bisa dikenal lagi oleh generasi saat ini. Sebab keberadaan Gula Kethak sebagai jajanan khas Kulon Progo saat ini terbilang mulai langka, bahkan produsennya mulai sulit dicari.

Selain meningkatkan literasi, ia berharap kegiatan Bedah Buku bisa membawa ketertarikan masyarakat untuk mencicipi Gula Kethak. Sekaligus ikut melestarikannya sebagai jajanan khas Kulon Progo.

"Apalagi Gula Kethak sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda asal Kulon Progo," kata Duana.

Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono turut memberikan apresiasinya terhadap buku Gula Kethak tersebut. Apalagi narasinya disampaikan dalam bentuk kisah perjalanan yang menarik untuk diikuti.

Ia menilai buku tersebut bisa menjadi contoh bagi masyarakat Kulon Progo dalam melestarikan makanan khas lokal. Apalagi masih banyak lagi makanan khas Kulon Progo yang perlu dipromosikan.

"Lewat cara seperti ini, masyarakat bisa lebih mengenal makanan khas Kulon Progo," jelas Triyono.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved