ISI Yogyakarta Buka Pendaftaran Jalur Mandiri 2025
Selain jalur Mandiri, ISI Yogyakarta juga menerima mahasiswa melalui dua jalur nasional, yakni SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) dan SNBT
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pameran seni rupa oleh mahasiswa Program Studi Seni Murni FSR ISI Yogyakarta pada 20 Mei–5 Juni 2025. Disusul oleh Konferensi Internasional "Cultural Sustainability in the Age of Disruption"oleh Prodi Antropologi Budaya FSP pada 20–22 Mei 2025. Pada 20 Mei juga digelar Rapat Senat Terbuka dan Pentas Kolaborasi di Concert Hall FSP.
Kegiatan lain meliputi Bersih Situs Karang Tengah di Gunungkidul oleh FSMR (21–22 Mei), Konser Orkestra Nostradamus (24 Mei), dan pentas puisi mahasiswa FBSB di Pendopo Ajiyasa.
Program Rektor Menyapa dijadwalkan berlangsung pada 28 Mei, sedangkan Pameran dan Penilaian Karya Tugas Akhir dan Tugas Rancang FSR dilaksanakan pada 2–9 Juni di Galeri R.J. Katamsi dan Pandeng.
Puncak seremonial akademik digelar dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-41 pada 3 Juni, dilanjutkan Classical Music Concert #49 pada 4 Juni.
Acara Jalan Sehat akan berlangsung pada 13 Juni dengan titik awal di halaman Rektorat. Agenda internasional berlanjut dengan Prameya Yogya International Creative Festival (ICF) #3pada 21 Juni, serta Asia Pacific Art Forum (APAF) pada 23 Juni 2025 di Jakarta Creative Hub.
Forum refleksi dan kebudayaan nasional akan digelar pada 8 Juli 2025 dalam bentuk Inagurasi Sarasehan Seni Nasional, dan peringatan Dies ditutup secara resmi dengan Panggung Seni dan Pelarungan Tumpeng pada 9 Agustus 2025 di pelataran Rektorat ISI Yogyakarta.
Memperluas Diplomasi Budaya dan Visi Internasional
ISI Yogyakarta menegaskan peran strategisnya dalam memperkuat jejaring seni global sebagai bagian dari misi menjadi kampus kelas dunia. Kolaborasi riset, pertukaran pelajar, residensi internasional, dan kerja sama lintas negara menjadi elemen penting dalam diplomasi budaya berbasis seni.
“Kolaborasi internasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Dunia seni menuntut seniman yang mampu membaca konteks global, beradaptasi terhadap teknologi, dan memiliki visi lintas budaya,” ujar Arif.
Untuk itu, ISI Yogyakarta mengembangkan kebijakan institusional yang lebih proaktif dalam membangun ekosistem pendidikan seni berbasis jejaring internasional, menjadikannya pusat pertukaran ide, laboratorium kreatif antarbudaya, sekaligus jembatan antara seni tradisi dan inovasi masa depan yang berkelanjutan.
| Perkuat Hubungan Budaya Indonesia-Peru, FSMR ISI Yogyakarta Gelar Peruvian Film Festival 2026 |
|
|---|
| ISI Yogyakarta Sambut 4.457 Peserta UTBK-SNBT 2026, Perketat Pengawasan Untuk Cegah Perjokian |
|
|---|
| 15.783 Peserta Bakal Ikuti UTBK-SNBT 2026 di UNY, Ini Kesiapan Pihak Kampus |
|
|---|
| ISI Yogyakarta Buka Pendaftaran S2 Magister Desain, Pertama di DIY-Jateng |
|
|---|
| Prosedur Registrasi Calon Mahasiswa Baru UGM Jalur SNBP 2026, Catat Jadwal dan Alurnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Logo-ISI-Yogyakarta-Logo-ISI-Jogja.jpg)