PSS Sleman Degradasi

Kapten PSS Sleman Minta Maaf Setelah Super Elja Degradasi ke Liga 2

Kapten PSS Sleman, Cleberson Martins de Souza meminta maaf karena tak bisa menyelamatkan klub berjuluk Super Elang Jawa

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Almurfi Syofyan
Kapten PSS Sleman, Cleberson 

Kapten PSS Sleman Minta Maaf Setelah Super Elja Degradasi ke Liga 2, Ini Tak Hanya Bergantung di Kami


TRIBUNJOGJA.COM, BANGKALAN - Kapten PSS Sleman, Cleberson Martins de Souza meminta maaf karena tak bisa menyelamatkan klub berjuluk Super Elang Jawa dari degradasi.

Meski menang 3-0 di laga terakhir Liga 1 2024/2025 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Jawa Timur, Sabtu (24/5/2025) sore, PSS tak selamat.

Mereka degradasi bersama Barito Putera dan PSIS Semarang. PSS terpaku di peringkat 16. Perolehan 34 poin di klasemen akhir tak cukup membuat mereka bertahan. Mereka terpaut dua poin dari Madura United di peringkat 15, batas aman degradasi.

"Saya ingin mengucapkan maaf kepada teman-teman dari Sleman. Kami mengetahui situasinya. Kami datang ke pertandingan ini tapi tidak hanya bergantung pada hasil Sleman," ujarnya usai laga.

"Semua orang menyesal. Kami menyesal pada tahun ini. Sleman adalah sebuah klub yang besar. Ini adalah sebuah pasangan yang sangat menarik, antara suporter dan klub," jelasnya.

Lanjut Cleberson, PSS musim ini terlalu lama jadi tim musafir sehingga menguras energi saat bermain kandang. Hal itu pula yang membuat PSS kerap kecolongan di laga kandang.

"Sangat susah untuk datang ke sini. Mereka memainkan gol di Madura. Pemain mengucapkan maaf. Saya yakin klub akan kembali dengan cepat," katanya.

"Kami tahu bahwa pemerintah Sleman telah melakukan segala-galanya agar kami kembali bermain di Yogyakarta. Kita, semua tim yang ingin bermain di rumah, dan sangat sulit untuk bermain di luar rumah," imbuhnya.

Sebelumnya, Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengatakan, mengatakan jika kesedihan menyelimuti semua pemain, pelatih, ofisial hingga supoerter PSS di akhir laga. Meski menang tapi tak cukup untuk bertahan.

"Ya, tidak terlalu penting apa yang saya pikirkan tentang permainan ini. Ini hanya hari yang sedih. Hari yang sedih untuk Sleman, hari yang sedih untuk supporter, hari yang sedih untuk pemain," ujarnya usai laga.

Huistra menerangkan, saat mendapat amanah menjadi pelatih tim pada akhir Februari lalu, dirinya tah berbuat banyak kemajuan. Pemain-pemain bermain bagus dan meningkat secara performa.

"Kami telah membuat banyak kemajuan pada akhir musim, tapi itu tidak cukup. Dan itu terasa sangat buruk. Karena saya tahu apa artinya itu, para supporter sangat-sangat setia. Setiap pertandingan di stadion kita sendiri adalah kegembiraan," jelasnya.

Dia mengakui, degradasi dengan cara dramatis itu sangat sakit. Apalagi PSS hanya berjarak dua poin dengan batas aman degradasi. Sedangkan di awal musim, mereka menerima hukuman pengurangan tiga poin dari PSSI.

"Tapi itu sangat menyakitkan. Kita harus turun ke bawah. Saya minta maaf kepada semua orang yang mendukung klub ini. Semua potensi yang klub ini memiliki," ulasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved