Krisan Gerbosari Dihidupkan Kembali, Jadi Harapan Baru Petani
Kalurahan Gerbosari kembali meneguhkan eksistensinya sebagai sentra bunga krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah bentangan perbukitan Menoreh, Kalurahan Gerbosari kembali meneguhkan eksistensinya sebagai sentra bunga krisan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Setelah sempat mati suri akibat pandemi, harapan baru kini tumbuh bersama warna-warni kelopak krisan yang mekar di rumah-rumah kubung petani.
Kebangkitan ini tak lepas dari semangat kolektif warga, kerja sama pemerintah kalurahan, serta ketekunan para petani yang dipimpin oleh Suharso, Ketua Asosiasi Menoreh Seruni.
Hal tersebut mengemuka dalam Rembag Kaistimewan bertajuk "Bunga Krisan: Harapan Baru Petani Gerbosari", yang disiarkan di kanal YouTube Paniradya Kaistimewan pada Kamis (22/5/2025).
Acara menghadirkan Paniradya Pati DIY Aris Eko Nugroho, Lurah Gerbosari Saronto, serta perwakilan kelompok tani.
Suharso mengisahkan awal mula petani Gerbosari mengenal krisan.
“Dulu kami tidak memilih krisan. Kami dijodohkan,” ujarnya.
Tahun 2012, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta memperkenalkan krisan sebagai komoditas potensial.
Para petani saat itu belum tahu bentuk bunga krisan, bahkan belum pernah melihatnya.
Namun karena topografi Gerbosari yang berada pada ketinggian 450 mdpl dengan suhu sejuk, krisan ternyata tumbuh optimal.
“Waktu panen pertama, kami baru tahu hitungannya. Ternyata hasilnya bagus. Ada untung,” katanya.
Seiring waktu, asosiasi yang dipimpinnya berkembang pesat.
Pada puncaknya, petani mengelola lebih dari 100 unit rumah kubung. Bahkan, pada akhir 2019, Asosiasi Menoreh Seruni hampir menembus pasar ekspor ke Jepang.
Namun harapan itu terpaksa terhenti ketika pandemi COVID-19 melanda. Seluruh proses produksi berhenti. Pasar hilang. Ribuan tanaman gagal panen.
“Saya sendiri pernah menanam 45 ribu tanaman, tiga kali percobaan, semua gagal. Modal habis,” ujarnya.
| Proses Pematangan Lahan Gedung Budaya Bantul Dimulai April Ini |
|
|---|
| Renaissance Yogyakarta: Menapaki Kembali Pemikiran Pangeran Mangkubumi dalam Hadeging Nagari ke-271 |
|
|---|
| Pengentasan Kemiskinan, Reformasi Kalurahan dan Lumbung Mataraman |
|
|---|
| PPI DIY–BRIN dan Pemda DIY Siap Bangun Rumah Inovasi Daerah Berbasis Riset dan Keistimewaan |
|
|---|
| Rest Area Taman Kuliner Pantai Sepanjang Diresmikan, Perkuat Citra Pariwisata Gunungkidul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Krisan-Gerbosari-Dihidupkan-Kembali-Jadi-Harapan-Baru-Petani-1.jpg)