Kadin DIY Bentuk Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta

Kondisi ekonomi saat ini melatarbelakangi pembentukan Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta.

|
Tribun Jogja/ Christi Mahatma Wardhani
KOLABORASI - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY berkolaborasi berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY membentuk Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta atau Jogjakarta Economic Resilience Comitte (JERCO). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY berkolaborasi berkolaborasi dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY membentuk Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta atau Jogjakarta Economic Resilience Comitte (JERCO).

Ketua Umum Kadin DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, mengatakan kondisi ekonomi saat ini melatarbelakangi pembentukan Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta.

Mulai dari ancaman PHK hingga perlambatan ekonomi.

Selain untuk menjaga kondusifitas perekonomian di DIY, hadirnya komite tersebut diharapkan menjadi sarana pemetaan permasalahan ekonomi dan sosial di DIY.

“Sekalian pemetaan masalah, masalah ekonomi yang dihadapi pelaku usaha, masalah yang ada di pemerintahan, dan lain-lain. Ini jadi ajang pendataan semua, untuk berdiskusi dengan pemda, pemkab/pemkot, sebaiknya seperti apa,” katanya, Rabu (14/05/2025).

Dengan adanya komite tersebut, ia berharap dapat melahirkan inovasi-inovasi baru untuk menjaga ketahanan ekonomi DIY.

Ketua Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta, Timotius Apriyanto, menerangkan ada tiga tugas utama yang diemban komite ini, yaitu monitoring dan analisis, advokasi, dan kemanusiaan.

Monitoring dan analisis dilakukan oleh pelaku usaha dan akademisi, sehingga menjadi panduan bagi pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.

Baca juga: Menanti Terobosan Kadin DIY Rancang Program untuk Perkuat Daya Saing Ekonomi Daerah

Sementara advokasi, komite akan memberikan pendampingan hukum dan advokasi kebijakan.

Sedangkan kemanusiaan merupakan kegiatan untuk membantu masyarakat dan pelaku usaha yang terdampak kondisi ekonomi.

“Kami juga akan membuka posko pengaduan untuk masalah ekonomi di DIY, di kantor Kadin DIY dan kantor Inspektorat DIY. Komite ini sifatnya ad hoc, yang mengharmonisasikan kasus PHK maupun peningkatan daya saing,” terangnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiyana menambahkan kondisi ekonomi saat ini memang sangat dinamis.

Selain dari pengaruh kondisi nasional, perekonomian global juga mempengaruhi ekonomi DIY.

Ia pun mengapresiasi pembentukan Komite Ketangguhan Ekonomi Yogyakarta

“Apalagi ada tiga pusaka, untuk menganalisis dan memberikan data, kedua untuk mengadvokasi, dan ketiga support kemanusiaan. Ini sangat diperlukan untuk memperkuat ekonomi DIY. Harapannya ekonomi DIY semakin kuat, kebersamaan (kolaborasi) menjadi kunci,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved