RANGKUMAN MATERI PAI Kelas 10 SMA Bab 10:  Dakwah Islam Masa Wali Songo 

rangkuman materi Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum Merdeka Kelas 10 SMA
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kurikulum Merdeka Kelas 10 SMA 

Masyarakat di Jawa memeluk Islam, melakukan hijrah dengan suka rela, karena Wali Songo menerapkan dakwah dengan kelembutan dan kedamaian sehingga mudah diterima dengan sangat baik.

C. Metode Dakwah Wali Songo

Metode yang dipergunakan untuk penyebaran agama Islam di Jawa, dilakukan oleh para wali dengan memanfaatkan budaya lokal yang berkembang saat itu.

Seperti halnya wayang, tembang-tembang atau syair Jawa, gamelan atau alat musik Jawa serta upacara-upacara adat yang dipadukan dengan unsu-unsur ajaran Islam.

Para wali memasukkan nilai-nilai dan ajaran agama ke dalam berbagai unsur budaya tersebut.

Selain itu, beberapa strategi dan metode dakwah yang penuh dengan kedamaian yang ditempuh oleh Wali Songo, yaitu, ceramah, tanya jawab, keteladanan, pendidikan, kesenian, dan silaturrahmi.

D. Wali Songo dan Pembentukan Masyarakat Islam di Nusantara

a) Sunan Gresik

Maulana Malik Ibrahim atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gresik, merupakan tokoh yang pertama kali dipercaya sebagai penyebar ajaran Islam di tanah Jawa.

Ia memperkenalkan Islam melalui adab dan perilaku maupun informasi yang ia sampaikan kepada masyarakat sehingga sering terjadi kajian yang panjang dan mengasikkan.

b) Sunan Ampel

Nama asli dari Sunan Ampel adalah Raden Rahmat.

Ia membangun pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk terus mengajarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat, sehingga Islam semakin berkembang di wilayah Ampel.

Ia juga mengenalkan ajaran yang sangat berkaitan dengan kebiasaan masyarakat kala itu, yaitu ajaran Moh Limo.

Moh Limo berasal dari bahasa Jawa yaitu emoh (tidak mau) dan limo (lima).

Artinya ajaran yang mengajak masyarakat untuk tidak melakukan lima hal yang tercela.

c) Sunan Bonang

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved