Empat Investor Tawarkan Proposal Olah Sampah di TPA Troketon Klaten

pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
TPA TROKETON: Suasana TPA Troketon di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (13/5/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten berencana melakukan pengolahan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Sejumlah calon investor pun telah menawarkan kerjasama untuk pengelolaan sampah di TPA Troketon. 

Kepala DLH Kabupaten Klaten, Srihadi, mengungkapkan ada sebanyak empat calon investor yang sudah memaparkan proposal kerja sama penyelesaian masalah sampah dengan tim DLH Klaten

Empat calon investor itu bukan hanya dari swasta dan BUMN, tetapi juga dari sebuah perusahaan luar negeri. 

"Kami akan membuat pengolahan sampah di sini (TPA Troketon). Sudah ada beberapa calon investor yang menawarkan diri dan siap untuk melakukan pengolahan. Mudah-mudahan bisa segera menyelesaikan maslaah sampah lewat pengolahan bersama pihak ketiga itu," ujar Srihadi kepada Tribunjogja.com, belum lama ini. 

Srihadi menyebut, calon investor yang siap bekerja sama itu ada yang berasal dari Amerika Serikat, perusahaan BUMN, swasta, hingga dari Kabupaten Banyumas. Metode yang mereka tawarkan pun beragam. 

"Metodenya ada yang dibakar secara termal, dimasukkan ke RDF (Refuse Derived Fuel), kompos, dan pakai maggot. Semua jenis sampah akan diolah," paparnya.

empat calon investor itu baru melakukan pemaparan kepada tim DLH Klaten, belum ke Bupati Klaten

Selain melakukan pengolahan sampah, pihaknya juga berencana membuat atau membangun Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) baru di TPA Troketon. 

"Kami bekerja sama dengan DPUPR akan menyelesaikan masalah IPAL. Sudah punya desain, nanti di 2026 aakan dibuat IPAL baru di sini. Untuk solusi sementara, air akan dialirkan terus ke landfill agar tidak mengalir ke saluran keluar," ujarnya.

Srihadi mengatakan, sebenarnya TPA Troketon sudah memiliki IPAL. 

Namun, kondisinya tidak berfungsi optimal karena pernah terkena bencana. 

IPAL tersebut dibaangun sejak 2018 dan baru diserahkan ke DLH pada 2022 dengan kondisi kurang maksimal.

Lebih lanjut, Srihadi menyampaikan rata-rata sampah yang masuk ke TPA Troketon ada sebanyak 120 ton per hari. 

Sampah tersebut berasal dari 260 TPS di Kabupaten Klaten, termasuk sampah dari warga, pasar, permukiman. 

Adapun kondisi TPA Troketon dikatakan masih bisa menampung volume sampah sampai satu tahun ke depan. Mengingat, baru saja dibangun zona landfill empat di TPA Troketon. 

"Kami sudah melakukan kajian dan hasilnya sekitar 67 persen di TPA Troketon adalah sampah organik. Sebenarnya sampah itu bisa diolah di tingkat rumah tangga. Kami juga sudah punya program untuk mendorong penyelesaian sampah di 2026. Kami mau menyusun bank sampah tingkat RW," tandasnya. (drm)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved