Polda DIY Belum Terima Laporan Soal Dugaan Kecurangan UTBK SNBT yang Libatkan Bimbel di Jogja
Dugaan sebuah bimbel di Yogyakarta terlibat dalam kecurangan ini setelah panitia melakukan pendalaman di seluruh pusat UTBK SNBT.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelaksanaan UTBK SNBT 2025 diduga diwarnai modus kecurangan.
Bahkan, kecurangan diduga melibatkan sebuah Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) di Yogyakarta.
Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Polda DIY mengaku belum menerima laporan.
"Sampai saat ini baik Polda DIY dan Polres jajaran belum menerima laporan terkait hal tersebut," kata Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, Rabu (30/4/2025).
Dugaan sebuah bimbel di Yogyakarta terlibat dalam kecurangan ini setelah panitia melakukan pendalaman di seluruh pusat UTBK SNBT.
Ketua Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof Eduart Wolok, mengatakan ada 13 Pusat UTBK yang diduga terjadi kecurangan.
"Peserta yang terlibat baru ditemukan 50 orang, joki 10 orang," kata Prof Eduart Wolok, dari Konferensi Pers SNPMB: Kecurangan yang Terjadi selama Pelaksanaan UTBK SNBT 2025 Sesi 1-12, melalui tayangan live YouTube SNPMB ID pada Selasa, (29/4/2025).
Baca juga: Pelaku Tindak Pelecehan Seksual di Sleman Menyerahkan Diri ke Polisi Setelah Tiga Kali Beraksi
Prof Eduart mengaku sedang mendalami bagaimana Bimbel di Yogyakarta terlibat.
Kendati demikian, Ia belum mengungkap bimbel mana yang terlibat.
Dijelaskan bahwa pada awal pelaksanaan UTBK SNBT 2025 muncul 4.000 anomali atau nama-nama peserta yang diduga terlibat kecurangan.
Saat ini belum diketahui, apakah 4.000 anomali termasuk salah satunya berkaitan dengan bimbel di Yogyakarta ini.
Modus bimbel di Yogyakarta itu disebutkan bisa jadi dari dua hal.
Pertama, menyediakan joki pengganti peserta UTBK.
Kedua, pihak bimbel sengaja mengikuti UTBK tahun ini untuk merekam soal-soal yang digunakan sebagai bahan bimbingan tahun berikutnya termasuk membuat pola belajar dan buku latihan.
"Itu kan klaim bimbel selalu 100 persen lulus UTBK. Nah secara analisis, agak menjadi tanda tanya. Karena Tes Potensi Skolastik itu kan menguji sisi skolastik peserta dan tergantung dari si peserta itu sendiri. Bagaimana (bimbel) bisa menjamin 100 persen peserta lulus?" tanyanya.
(rif/kompas.com)
| Misteri Peti Kayu di Caturharjo Sleman Ternyata Berisi Granat Aktif, Tim Jibom Lakukan Pemusnahan |
|
|---|
| UMY Ajak Personel Polda DIY Lebih Peduli Kesehatan Lewat Skrining Diabetes |
|
|---|
| Kasus Mafia Tanah Korban Bryan Manov Belum Kelar, Pemkab Bantul: Masih di Polda DIY, Uji Labfor |
|
|---|
| Lebih dari 1.400 Pendaftar Ikuti Seleksi Penerimaan Anggota Polri 2026 di Polda DIY |
|
|---|
| Mobilitas di Kawasan Malioboro Saat Long Weekend Paskah 2026 Capai Ratusan Ribu Pengunjung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ujian-test-berbasis-komputer.jpg)