Sepanjang 2025, DKP Gunungkidul Targetkan  Tebar 138 Ribu Benih Ikan Endemik 

Untuk lokasi penebaran benih ikan menyasar sejumlah sungai dan telaga di Kabupaten Gunungkidul.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul menargetkan menebar  sebanyak 138.000 benih ikan endemik,  sepanjang 2025 ini. 

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan, hingga saat ini sudah lebih dari 68.000 benih ikan nilem dan tawes  dilepasliarkan di telaga maupun sungai di Kabupaten Gunungkidul.

"Penyebaran benih ikan ini untuk menjaga ekosistem dan endemik lokal Kabupaten Gunungkidul agar tidak punah," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (25/4/2025).

Ia meneruskan penebaran benih ikan akan dilakukan secara bertahap pada periode Maret-April 2025 sebanyak 98.000 benih ikan sudah disebar terdiri dari  Nilem 48.000 ekor dan Tawes 50.000 ekor.

Kemudian, untuk sisanya sebanyak 40.000 benih ikan akan ditabur pada rentang waktu Oktober-November.

"Jadi, penebaran benih ikan ini akan terus berlanjut sampai akhir tahun nanti," paparnya.

Dia menambahkan untuk lokasi penebaran benih ikan menyasar sejumlah sungai dan telaga di Kabupaten Gunungkidul.

Di antaranya, Kali Oya di Kalurahan Gari dan Sungai Siraman di Kapanewon Wonosari.

Baca juga: Bupati Gunungkidul Ingatkan Jasa Konstruksi soal Kualitas dan Profesionalitas

Selanjutnya ada di Telaga Domplang dan Jurug di Kalurahan Giriwungu; Telaga Girisuko di Kapanewon Panggang serta Telaga Sumber Temon di Kalurahan Sidorejo, Ponjong.

"Lokasi ini bukan sembarang dipilih, sebab lokasi ini merupakan ekosistem asli dari ikan-ikan yang  ditebar," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, M Johan Wijayanto menambahkan, program tebar benih ikan juga sebagai  salah satu upaya meningkatkan konsumsi ikan di Masyarakat.

Sebab, tingkat kegemaran makan ikan di Gunungkidul masih rendah.

Berdasarkan data  nilai konsumsi ikan di Kabupaten Gunungkidul sebesar 33,4 kilogram per kapita setiap tahunnya.

Jumlah ini jauh dibawah rata-rata nilai konsumsi ikan di  DIY, yang angkanya mencapai 36,4 kilogram per kapita.

"Maka dari itu, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan konsumsi ikan di Gunungkidul. Selain terus melakukan sosialisasi ke Masyarakat, juga dilaksanakan program pelepasliaran benih ikan ke sejumlah telaga dan sungai. Nanti ikan-ikan yang dilepas setelah besar bisa dipanen warga untuk dikonsumsi,” tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved