Kisah Dirman Ikut Kremasi Bhante Win di Bukit Dagi Borobudur Magelang
jenazah Bhante Win Vijjano Mahathera dikremasi di kawasan Candi Borobudur, tepatnya di Bukit Dagi, Kabupaten Magelang.
Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Iwan Al Khasni
Kremasi itu menggunakan kayu cendana, yang terkenal karena aromanya yang wangi ketika dibakar.
Menurut Dirman, satu meter kayu cendana harganya fantastis, bisa mencapai Rp30 juta.
“Bentuknya kecil-kecil kayak blabak. Tapi wanginya khas, beda sama kayu biasa,” imbuhnya.
Proses kremasi terbuka seperti itu, lanjut Dirman, sangat bergantung pada penerimaan masyarakat sekitar.
Jika warga ikhlas, maka prosesi bisa berjalan. Jika tidak, ya tidak bisa dipaksakan.
“Waktu itu ada enam orang yang ikut dalam prosesi, termasuk biksu-biksu dari luar negeri, ada yang dari India. Komplit itu,” ucapnya.
Dirman sendiri sudah terlibat dalam proses kremasi sejak 1991.
Ia kerap diminta bantuan untuk berbagai prosesi kremasi, baik di Yogyakarta maupun di tempat-tempat lain.
“Kalau di krematorium sekarang cuma dua jam pakai diesel, selesai,” ujarnya. (Tribunjogja.com/tro)
| Polisi Pastikan Penabrak Lansia di Jalan Magelang Positif Mengonsumsi Alkohol |
|
|---|
| Kronologi Pasutri Lansia Ditabrak Pikap di Jalan Magelang Sleman, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| BOB Perkuat Standar Hospitality Borobudur Highland, Siapkan Pelayanan Kelas Dunia di Menoreh |
|
|---|
| Ribuan Lowongan Kerja di Job Connect Fest 2026 di Magelang Diserbu Pelamar |
|
|---|
| Peringati Hari Bumi, Ratusan Pohon Gayam Ditanam di Bantaran Sungai Sileng Borobudur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Cerita-Dirman-Ikut-Kremasi-Bhante-Win-di-Bukit-Dagi-Borobudur.jpg)