Gara-gara Kebijakan Donald Trump, Harga iPhone Bisa Tembus Rp58 juta
Salah satu dampak yang paling menonjol adalah potensi kenaikan harga iPhone, produk unggulan Apple yang sangat digemari di berbagai belahan dunia.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Para analis memperkirakan Apple akan meneruskan sebagian besar beban biaya tersebut kepada konsumen.
Dalam skenario terburuk, harga model iPhone terbaru dapat meningkat hingga 43 persen. Ini menjadikan iPhone sebagai produk yang semakin eksklusif dan sulit dijangkau oleh sebagian besar konsumen global.
Sejak diumumkannya kebijakan tarif baru oleh pemerintahan Trump, saham Apple mengalami tekanan signifikan.
Harga saham perusahaan tercatat turun sekitar 25 persen, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak jangka panjang dari kebijakan proteksionis terhadap margin keuntungan dan strategi manufaktur Apple.
Sebagai respons atas dinamika ini, Apple mulai mengalihkan sebagian lini produksinya ke negara-negara seperti India dan Brasil.
Kedua negara tersebut dinilai menawarkan biaya produksi yang lebih rendah serta dukungan pemerintah yang kuat terhadap investasi asing.
Strategi ini juga mencerminkan arah baru globalisasi yang lebih terdistribusi, adaptif, dan responsif terhadap tekanan geopolitik.
Langkah diversifikasi ini menjadi upaya Apple untuk menjaga keberlangsungan produksi dan kestabilan harga di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional yang terus berkembang. (*)
| Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua |
|
|---|
| Mediasi As-Iran Buntu, Pakar UMY Sebut Ancaman Trump Sebagai Diplomasi Koersif |
|
|---|
| 15 Tahun Ikut Merawat Jogja Istimewa |
|
|---|
| Review Kamar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Perpaduan Kenyamanan, Seni, dan Kemewahan |
|
|---|
| Abaikan Ultimatum Trump, Iran Tegas Tolak Proposal Gencatan AS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/UPDATE-Daftar-Harga-iPhone-per-Januari-2025.jpg)