Berapa Harga iPhone Jika Dibuat di Amerika? Bisa Mencapai Rp 58,7 Juta per Unit

Berapa harga iPhone jika dirakit di Amerika? Jika dihitung, satu unit iPhone bisa mencapai USD 3.500 atau Rp 58,7 juta

Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Apple
PREDIKSI Harga iPhone 16, iPhone 16 Plus, iPhone 16 Pro dan iPhone 16 Pro Max di Indonesia 

TRIBUNJOGJA.COM - Isu memproduksi iPhone sepenuhnya di Amerika Serikat kembali mencuat seiring dengan kebijakan tarif impor yang diusung oleh pemerintahan Trump. 

Gedung Putih menyatakan bahwa AS memiliki sumber daya dan tenaga kerja yang cukup untuk membuat iPhone di dalam negeri. 

Namun, para analis yang memahami rantai pasokan Apple menilai wacana ini akan sangat mahal dan rumit secara logistik.

Saat ini, lebih dari 80 persen perangkat Apple dirakit di Tiongkok, terutama oleh kontraktor seperti Foxconn. 

Memindahkan seluruh ekosistem manufaktur ini ke AS akan membutuhkan waktu panjang, investasi besar, serta kepastian kebijakan, semuanya tanpa jaminan keberhasilan. Salah satu kendala terbesar adalah perbedaan biaya tenaga kerja.

Sebagai perbandingan, saat peluncuran iPhone 16, pekerja Foxconn di Tiongkok rata-rata dibayar USD 3,63 (sekitar Rp 61 ribu) per jam. 

Sementara itu, upah minimum di California mencapai USD 16,50 (sekitar Rp 277 ribu) per jam. 

Analis dari Bank of America Securities, Wamsi Mohan, memperkirakan perbedaan ini bisa menaikkan harga iPhone 16 Pro sekitar 25 persen, dari USD 1.199 (Rp 20,1 juta) menjadi USD 1.500 (Rp 25 juta).

Prediksi lebih ekstrem disampaikan analis Wedbush, Dan Ives, yang memperkirakan harga iPhone buatan AS bisa melonjak hingga USD 3.500 (Rp 58,7 juta). 

Menurutnya, Apple perlu menginvestasikan sekitar USD 30 miliar dalam tiga tahun hanya untuk memindahkan 10 persen dari rantai pasokannya ke AS.

Baca juga: Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Beli iPhone 16, Jangan FOMO Asal Upgrade!

Selain biaya tenaga kerja, Apple juga akan menghadapi tarif impor atas komponen penting seperti layar dari Korea Selatan dan chip dari TSMC di Taiwan. 

Mohan menambahkan, jika kebijakan tarif Trump diberlakukan sepenuhnya, harga iPhone 16 Pro Max buatan AS bisa naik hingga 91 persen.

Tantangan lainnya adalah keterbatasan tenaga kerja terampil di AS. CEO Apple, Tim Cook, pernah menyoroti minimnya jumlah teknisi di AS sebagai hambatan besar, berbanding terbalik dengan Tiongkok yang memiliki basis tenaga ahli yang jauh lebih besar.

Sejarah juga menunjukkan betapa sulitnya upaya ini. Foxconn pernah menjanjikan pembangunan pabrik senilai USD 10 miliar di Wisconsin yang ditargetkan menciptakan 13.000 lapangan kerja. 

Namun, proyek tersebut gagal memenuhi harapan: pabrik tak memproduksi komponen utama Apple dan akhirnya dialihfungsikan untuk membuat masker saat pandemi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved