Lebaran 2025
Jalan Yogya-Solo Terpantau Padat Merayap di Hari Pertama Lebaran, Imbas Exit Tol Tamanmartani
Arus kendaraan di Jalan Nasional Yogyakarta-Solo di wilayah Kapanewon Kalasan, Sleman terpantau padat merayap
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Arus kendaraan di Jalan Nasional Yogyakarta-Solo di wilayah Kapanewon Kalasan, Sleman terpantau padat merayap pada Senin (31/03/2025) atau di hari pertama Idulfitri 1446 Hijriah ini. Antrean kendaraan pun terpantau cukup panjang.
Kepadatan kendaraan terlihat sejak pukul 11.30 WIB dari arah Yogyakarta menuju Simpang Kalasan. Antrean kendaraan mengular sepanjang lebih dari 1 kilometer (km).
Arus kendaraan didominasi oleh roda empat. Kepadatan tersebut membuat kendaraan harus bergerak secara perlahan.
Perwira Pos Pengamanan (Papospam) Prambanan, Ipda Samsudi menjelaskan kepadatan di titik tersebut disebabkan oleh arus kendaraan yang datang dari arah utara Simpang Kalasan.
"Sebab ada peningkatan volume kendaraan yang datang dari Pintu Keluar (Exit) Tol Fungsional Tamanmartani Kalasan," jelasnya ditemui di Pospam Prambanan, Senin siang.
Antrean kendaraan yang keluar dari Exit Tol mengular hingga Simpang Kalasan. Imbasnya, arus kendaraan dari arah Yogyakarta yang hendak menuju Solo pun terimbas dan ikut mengalami kepadatan.
Meski demikian, kepadatan tersebut dinilai belum signifikan. Apalagi kepadatan hanya terjadi di titik tersebut, sedangkan dari Simpang Kalasan ke timur (Solo terbilang lancar.
"Seperti di Simpang Prambanan kondisinya tetap ramai lancar meski ada peningkatan volume kendaraan," ujar Samsudi.
Kepadatan tersebut kemungkinan terjadi karena masih adanya sejumlah pemudik yang baru masuk wilayah DIY lewat Exit Tol Fungsional Tamanmartani. Adapun Exit Tol tersebut hanya digunakan untuk jalur keluar kendaraan.
Potensi kepadatan kendaraan juga terjadi dari arah Klaten sampai Simpang Prambanan. Meski demikian petugas telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.
"Kami turut berkoordinasi dengan petugas di Klaten, Jawa Tengah untuk mengatur arus kendaraan," kata Samsudi.
Petugas Pemantau Lalu Lintas Posko Prambanan Dishub DIY, Yoseph Tria Nospindarta menyampaikan antrean kendaraan juga sempat terjadi dari arah Klaten menuju Simpang Prambanan. Antrean mengular setidaknya sampai sekitar 60 km.
Aktivitas lalu lintas diperkirakan semakin meningkat setelah siang di hari pertama Lebaran. Sebab masyarakat mulai keluar beraktivitas setelah sebelumnya bersilahturahmi dengan keluarga.
"Volume kendaraannya rata-rata antara 300 sampai 500 unit per jam, didominasi oleh kendaraan pribadi," kata Yoseph.
| Libur Lebaran 2025, Jumlah Wisatawan Pantai Glagah-Congot Kulon Progo Menurun |
|
|---|
| Stasiun Yogyakarta Jadi Simpul Transportasi Terpadu saat Arus Balik Lebaran |
|
|---|
| Libur Lebaran: Puluhan Ribu Kendaraan ke Malioboro, Polisi Berlakukan Buka Tutup Arus di Kleringan |
|
|---|
| Laris Manis, Pelancong Buru Aneka Souvenir hingga Daster Batik di Teras Malioboro |
|
|---|
| Susah Cari Parkir di Malioboro? Ke GOR Amongrogo Saja, Lanjut Shuttle Seharga Rp 8.000 per Orang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-sleman_20180731_185753.jpg)