Arus Mudik 2025

Jelang Mudik Lebaran 2025, Pustral UGM: One Way dan Contra Flow Harus Diterapkan dengan Bijak

Masyarakat yang memilih melakukan perjalanan mudik atau libur Lebaran menggunakan mobil pribadi diperkirakan sebanyak 33,69 juta atau 23 persen

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
Kompas.com/ Tresno Setiadi
PADAT MERAYAP : Kendaraan Keluar Tol Pejagan Brebes Masih Ada yang Antre Karena Ada Pemudik Kehabisan Saldo E Toll 

Cuaca yang terkadang sangat panas, dan tiba-tiba hujan sangat deras disertai angin merupakan tantangan tersendiri bagi para pemudik, khususnya pengguna sepeda motor.

Kepanasan dan tiba-tiba hujan, disebutnya berpengaruh pada kondisi fisik pemudik.

Tidak menutup kemungkinan, para pemudik mudah kelelahan atau mengantuk.

Hal ini tentu menjadi persoalan yang sering dialami apalagi pada kondisi jalan macet.

Pihak pemerintah diharapkan mampu memberikan informasi titik-titik rawan kemacetan dan rawan bencana seperti banjir serta tanah longsor.

“Semua harus diidentifikasi dan diinformasikan secara luas kepada masyarakat, termasuk jalur alternatif atau jalur evakuasinya, agar masyarakat bisa memilih rute perjalanan yang aman,” ungkapnya.

Menurut Dewanti, untuk mengantisipasi berbagai kendala keamanan dan kesehatan sangat diperlukan pos keamanan dan pos kesehatan untuk para pemudik.

Di jalan non-tol, fasilitas-fasilitas semacam ini menjadi titik sentral bagi pemudik untuk bisa mendapatkan layanan yang diperlukan. Begitu pula rest area di jalan tol harus dipersiapkan sebaik mungkin.

“Kesiapan ini untuk menjamin agar para pemudik bisa beristirahat dan menjaga kesehatan dengan cukup di rest area. Di Lokasi-lokasi ini perlu juga dipersiapkan ambulance-ambulance sebagai upaya jika terjadi kecelakaan mampu secara cepat melakukan golden time evakuasi guna mengurangi fatalitas,” katanya.

Kehadiran personil kepolisian, Dinas Perhubungan dan operator jalan tol untuk memonitor situasi lalu lintas sangat diperlukan untuk memberikan rasa tenang dan aman bagi pengguna jalan.

Keberadaan mereka diharapkan mempercepat proses penanganan bila terjadi kemacetan maupun insiden kecelakaan.

Dalam mudik lebaran kali ini, pihak-pihak terkait diharapkan bisa saling bekerjasama menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.

“Para pemudik atau pengguna jalan juga harus mempersiapkan diri dengan baik. Semua harus dipastikan save untuk melakukan perjalanan dengan berperilaku aman, disiplin dan tertib untuk menjaga keselamatan lalu lintas bersama,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved