Human Interest Story

Berkah Ramadan, Perajin Ampyang Kacang di Klaten Panen Cuan hingga Tambah Pegawai 

Makanan tradisional khas Kabupaten Klaten itu sontak diburu masyarakat ketika momen Ramadan dan mendekati Lebaran.

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
AMPYANG KACANG - Pegawai sedang mengemas ampyang kacang saat produksi di Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Minggu (16/3/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bulan suci Ramadan dan Idul Fitri nampaknya mendatangkan berkah tersendiri bagi pelaku UMKM di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, khususnya yang bergerak di sektor oleh-oleh.

Pasalnya, permintaan masyarakat terkait produk oleh-oleh mengalami peningkatan signifikan, apalagi mendekati Idul Fitri atau Lebaran. 

Salah satunya adalah Ampyang Kacang.

Makanan tradisional khas Kabupaten Klaten itu sontak diburu masyarakat ketika momen Ramadan dan mendekati Lebaran.

Tak heran, permintaan produksi Ampyang Kacang pun melonjak hingga dua kali lipat. 

Seperti yang dialami perajin rumahan Ampang Kacang Rajawali di Dukuh Karangkulon, Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Tingginya permintaan pasar membuat perajin Ampyang Kacang menambah jam produksi hingga karyawan.

Sehingga, setiap hari saat Ramadan selama hampir 13 jam, tungku produksi Ampyang Kacang Rajawali terus menyala.

Pengelola sekaligus anak pemilik home industri Ampyang Rajawali, Lely Zubaidah (29), mengungkapkan peningkatan permintaan Ampyang Rajawali mulai terasa sejak awal Ramadan.

Lonjakan permintaan dikatakan mencapai dua kali lipat dibanding hari biasa.

"Kalau harian biasanya kami memproduksi 300-400 kilogram. Tapi selama Ramadan dan jelang Lebaran ini meningkat dua kali lipat sampai 600 kilogram," ucap Lely kepada Tribunjogja.com, Minggu (16/3/2025).

Baca juga: 381 Desa di Klaten Terima Bantuan Keuangan Khusus Sebesar Rp77,7 Miliar

Untuk mengantisipasi lonjakan pesanan tersebut, Lely sudah mempersiapkan tambahan pegawai paruh waktu sebanyak lima orang.

Dari pegawai yang biasanya sebanyak 15 orang menjadi 20 orang.

Rata-rata pegawai tersebut adalah ibu rumah tangga yang tinggal di sekitar rumah produksi Ampyang Rajawali. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved