Di Ponpes Tebuireng, Bahlil Tegaskan Pemerintah Komitmen Berantas Mafia Migas

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta dukungan dari kyai dan santri untuk memberantas mafia migas

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUN JOGJA/AZKA RAMADHAN
SAFARI RAMADAN - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, selepas menghadiri agenda Safari Ramadan di Kampus Terpadu Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (10/3/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, JOMBANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta dukungan dari kyai dan santri untuk memberantas mafia minyak dan gas di Indonesia.

Dukungan dari seluruh pihak, termasuk dari kyai dan santri ini cukup penting agar penyaluran BBM, terutama yang disubsidi oleh pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Hal itu disampaikan oleh Bahlil saat berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Jumat (14/3/2025).

Upaya pemerintah untuk memberantas mafia migas ini merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama menyalurkan migas supaya tepat sasaran.

Menurut Bahlil, praktik mafia migas masih terjadi, terutama dalam distribusi Pertamax. Ia menekankan bahwa perlawanan terhadap mafia migas membutuhkan keberanian besar.

Hal ini mengingat banyaknya oknum yang terlibat dalam mengacaukan kualitas dan distribusi BBM.

 “Setuju tidak kita buat supaya mereka tidak lagi membuat gerakan tambahan? Nah, (hal) ini yang sedang kami tata. Memang untuk melawan pemain-pemain besar, oknum-oknum ini, butuh nyali,” ujar Bahlil dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/3/2025).

Bahlil menegaskan bahwa saat ini, pemerintah sedang berupaya memastikan subsidi BBM tepat sasaran. 

Ia mengatakan, setiap dana subsidi yang dialokasikan negara harus diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.

“Setiap satu rupiah uang negara yang dikeluarkan untuk rakyat, kami wajib untuk menjaga, memastikan, mengawal agar dana itu sampai di tengah-tengah rakyat. Itu perintah Bapak Presiden Prabowo,” tegasnya.

Baca juga: Dua Bocah di Kota Bekasi Keracunan Obat Kadaluarsa Setelah Periksa ke Puskesmas

Perbaiki tata kelola penyaluran PPG 3 Kg

Dalam kesempatan itu Bahlil juga menegaskan pemerintah akan memperbaiki tata kelola penyaluran LPG 3 kg.

Hal itu harus dilakukan karena harga di masyarakat, LPG 3 kg bisa menembus Rp 30 ribu per tabung.

“Pemerintah memberikan subsidi LPG hingga Rp 36.000 per tabung. Akan tetapi, apa yang terjadi? Sampai di masyarakat, harganya bisa Rp 23.000, Rp 25.000, bahkan Rp 30.000,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Bahlil mengaku prihatin dan bertekad untuk melakukan perbaikan agar subsidi LPG benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved