Dispar DIY Genjot Kunjungan Wisman dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok
Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadhi, jumlah kunjungan wisman ke DIY tahun 2024 masih belum kembali seperti sebelum pandemi COVID-19.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pariwisata DIY terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadhi, jumlah kunjungan wisman ke DIY tahun 2024 masih belum kembali seperti sebelum pandemi COVID-19.
Selain jumlah kunjungan wisman yang belum pulih, ia juga menyoroti pengeluaran wisman yang menurun pada tahun 2024. Ia menyebut pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) di DIY tahun 2024 hanya US$ 530, padahal tahun sebelumnya mencapai US$ 600.
“Yang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) sampai sekarang adalah wisman. Sampai saat ini pencapaiaan masih lebih sedikit (dibandingkan) sebelum COVID-19. Harapannya teman-teman Asita DIY bisa meningkatkan spending dari wisatawan dalam paket-paketnya (paket wisata). Supaya kinerja pariwisata bisa meningkat lagi,” katanya, Selasa (25/02/2025).
Ia menerangkan pasca pandemi COVID-19 wisman yang dominan datang ke DIY adalah Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Dengan demikian, promosi yang menyasar tiga negara tersebut harus diperhatikan. Selain itu, strategi pemasaran yang dilakukan ke tiga negara tersebut juga harus disesuaikan dengan market masing-masing negara.
Selain dari promosi, kesiapan destinasi di DIY juga perlu didorong agar bisa memenuhi kebutuhan wisman dari tiga negara tersebut. Termasuk atraksi pariwisata pun harus menyesuaikan, agar wisman lebih tertarik ke DIY.
Di tengah efisiensi anggaran pemerintah, Imam pun mengajak seluruh industri pariwisata bersinergi dalam melakukan promosi.
“Kita harus menemukenali destinasi atau event yang menjadi tujuan dari pasar ini (Malaysia, Singapura, Tiongkok). Memastikan destinasi siap dan mampu menambah kenyamanan wisatawan, khususnya dari Malaysia, Singapura, Tiongkok,” terangnya.
“Sinergi dari promosi sangat penting. Mestinya pelaku industri menuju pasar yang sama promosinya, dengan bentuk promosi yang sesuai pasar. Promosi untuk pasar Eropa akan berbeda dengan Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Sehingga sinergi promosi memang penting untuk memastikan tiga ini optimal,” sambungnya.
Dengan adanya sinergi dari seluruh pemangku kepentingan, ia yakin kinerja pariwisata di DIY bisa ditingkatkan. Pihaknya pun akan memberikan dukungan seoptimal mungkin untuk meningkatkan kinerja pariwisata DIY. (maw)
| Teras Malioboro Diklaim Serap 40 Persen Wisatawan selama Libur Lebaran |
|
|---|
| Puncak Kunjungan Tebing Breksi Tembus 2.000 Wisatawan saat Libur Lebaran |
|
|---|
| 137 Ribu Wisatawan Padati Malioboro, Pemkot Yogyakarta: Libur Lebaran Terkendali |
|
|---|
| Wisatawan Serbu Pasar Ngasem saat Libur Lebaran demi Berburu Kuliner Viral |
|
|---|
| Idulfitri, Objek Wisata Alam di Kawasan TNGM Libur Sehari, Buka Lagi 22 Maret 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/wisatawan-mancanegara-saat-mengunjungi-pasar-Beringharjo.jpg)