Asmindo DIY Berharap Ada Peningkatan Penjualan Sekitar 20-30 Persen Tahun Ini
Ketua Asmindo DIY, Sapto Daryono mengatakan ekspor mebel sempat lesu pada semester II 2024. Kondisi geopolitik global menjadi salah satu penyebab
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIY berharap dapat meningkatkan penjualan 20 hingga 30 persen di tahun 2025.
Ketua Asmindo DIY, Sapto Daryono mengatakan ekspor mebel sempat lesu pada semester II 2024. Kondisi geopolitik global menjadi salah satu penyebab turunnya permintaan ekspor.
“Tahun 2024 kemarin menurun, pertengahan sampai akhir (tahun 2024). Karena perang-perang itu, kontainer jadi muter (tidak bisa melewati Terusan Suez). Pengiriman makin lama, pengaruhnya buyer menekan pembelian,” katanya, Kamis (20/02/2025).
Ia menyebut ada penurunan sekitar 10-15 persen jika dibandingkan semester I 2024. Permintaan dari Eropa paling banyak turun sepanjang semester II 2024.
“Secara global ada penurunan 10-15 persen (semester I 2024 dibandingkan semester II 2024). Yang turun ke Eropa, Timur Tengah ada kenaikan,” sambungnya.
Meski permintaan ekspor mebel sempat lesu di tahun 2024, namun ia tetap optimistis ada kenaikan permintaan tahun 2025. Pihaknya telah melakukan survei kepada beberapa buyer luar negeri. Hasil survei tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan.
Upaya peningkatan ekspor juga dipilih Asmindo DIY lantaran kondisi pasar dalam negeri yang kurang menguntungkan. Efisiensi anggaran belanja pemerintah menjadi salah satu alasannya.
“Kondisi dalam negeri juga tidak baik-baik saja. Pemangkasan anggaran besar-besaran (APBN dan APBD) itu kan membuat pameran-pameran nggak ada support, khususnya pusat. Makanya kami menyerbu ekspor,” terangnya.
Dengan minimnya dukungan anggaran pameran dari pemerintah, pihaknya pun bakal melakukan promosi secara mandiri. (maw)
| Rusia Siap Pasok Indonesia, Harga BBM Bersubsidi Dipastikan Tidak Naik |
|
|---|
| Dongkrak Ekspor, Kadin Gandeng Bank Bantul dan Pemkab Bantul Luncurkan Aplikasi Gubug |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi dan Ekspor Bantul Menurun, Pemkab Bantul Susun Strategi dan Bidik Pasar Baru |
|
|---|
| Geopolitik Global Masih Labil, Pakar UMY Dorong Diversifikasi Ekspor dan Transformasi Industri |
|
|---|
| Ekspor Perak Kotagede Merosot Imbas Konflik AS-Israel dan Iran, Pemkot Yogyakarta Siapkan Rencana |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bermodalkan-rp20-juta-sapto-sukses-bangun-bisnis-kerajinan-kaca-beromsetnya-rp800-juta-perbulan_20180905_195532.jpg)