Komentar CEO Google DeepMind soal AI DeepSeek China yang Sedang Jadi Pembicaraan Dunia

Hassabis mengatakan hype atau sensasi DeepSeek terlalu dilebih-lebihkan dan sebenarnya tidak membawa kemajuan baru dalam hal teknologi. 

Editor: Yoseph Hary W
TweakTown via kompas.com
Ilustrasi DeepSeek 

Beberapa ahli juga mempertanyakan klaim DeepSeek mengenai efisiensi biaya pengembangan model AI mereka, dengan dugaan bahwa investasi yang mereka keluarkan mungkin lebih besar dari yang diumumkan.

Menuju AGI

Dalam kesempatan yang sama, Hassabis juga berbicara mengenai perkembangan Artificial General Intelligence (AGI), kecerdasan buatan yang diklaim dapat melampaui kemampuan manusia.

Ia memprediksi bahwa AGI bisa terwujud dalam waktu lima tahun ke depan.

"Saya pikir kita semakin dekat. Mungkin hanya sekitar lima tahun lagi kita akan melihat sistem yang memiliki semua kemampuan kognitif manusia," ujar Hassabis.

Ia menambahkan bahwa masyarakat harus bersiap menghadapi perubahan besar ini, termasuk memaksimalkan manfaatnya sekaligus mengantisipasi risikonya, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CNBC, Sabtu (15/2/2025).

Pernyataan Hassabis sejalan dengan prediksi beberapa tokoh AI lainnya, termasuk CEO OpenAI, Sam Altman, yang sebelumnya mengklaim bahwa mereka sudah mengetahui cara membangun AGI.

Dalam esainya, Altman memprediksi bahwa perkembangan AI saat ini bakal mencapai tingkat kecerdasan super atau dikenal juga sebagai "Artificial Superintelligence" (ASI) dalam "beberapa ribu hari".

Jadi, berapa lama sebenarnya "beberapa ribu hari" yang disebutkan Altman? Tidak ada yang tahu pasti.

Kemungkinan alasan Altman menggunakan estimasi "beberapa ribu hari (!)" yang samar adalah karena ia juga tidak tahu pasti kapan ASI akan tiba.

Sebagai gambaran, ribuan hari itu bisa jadi 2.000 hari yang setara 5,5 tahun, 3.000 hari setara 8,2 tahun, 4.000 hari yang hampir 11 tahun, atau ribuan hari lainnya.

Yang jelas, Altman meyakini bahwa AI akan secara dramatis meningkatkan kemampuan manusia dalam beberapa dekade mendatang.

Pria bernama lengkap Samuel Harris Altman ini membayangkan masa depan di mana AI berfungsi sebagai asisten pribadi, meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai industri.

Altman menekankan bahwa perkembangan AI yang didorong oleh pembelajaran mendalam dan daya komputasi akan menciptakan kemakmuran global.

Namun, ia memperingatkan bahwa tanpa infrastruktur dan energi yang memadai, AI bisa menjadi sumber daya terbatas dan memicu konflik.(kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved