Pemda DIY Tambah CCTV untuk Efektivitas Patroli dan Keamanan Secara Real-Time
Gubernur DIY menyampaikan bahwa sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas di seluruh DIY secara real-time melalui CCTV
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, didampingi Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan melakukan peninjauan ke Back Office Smart Province di Kompleks Kepatihan pada Kamis (13/2/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung sistem pemantauan lalu lintas dan keamanan di wilayah DIY yang terintegrasi dengan teknologi canggih.
Gubernur DIY menyampaikan bahwa sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lalu lintas di seluruh DIY secara real-time melalui CCTV yang telah terpasang di berbagai titik strategis.
“Saya ke sini untuk melihat Back Office Smart Province, untuk melihat traffic yang ada di Jogja. Saya kira cukup memadai, lalu lintas di seluruh DIY bisa dikontrol dari sini. Jika ada kecelakaan atau kepadatan lalu lintas, kita bisa melihatnya langsung dan melakukan pengaturan yang diperlukan. Dengan adanya sistem ini, kondisi saat libur panjang pun bisa lebih terkendali dibandingkan sebelumnya,” ujar Sri Sultan HB X, Kamis (13/2/2025).
Selain pemantauan lalu lintas, sistem ini juga berfungsi untuk mendeteksi tindak kejahatan, terutama menjelang bulan Ramadan, di mana biasanya terjadi peningkatan kasus kejahatan jalanan seperti aksi pencurian maupun kekerasan jalanan (klitih).
Kapolda DIY Irjen Suwondo Nainggolan menegaskan bahwa teknologi yang digunakan dapat membantu langkah preemptif dan preventif dalam menjaga keamanan wilayah.
“Sistem ini tidak hanya berfungsi untuk memantau lalu lintas, tetapi juga untuk mendeteksi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan metode yang kami miliki, deteksi dini bisa dilakukan untuk mencegah tindak kriminal sebelum terjadi. Selain itu, kami mendapat informasi dari Mabes Polri bahwa sistem ini akan segera ditingkatkan dengan penambahan teknologi kecerdasan buatan (AI) agar lebih akurat dalam mendeteksi kejadian-kejadian mencurigakan,” jelas Irjen Suwondo.
Baca juga: Sri Sultan HB X Harapkan PSIM Yogyakarta Bisa Promosi ke Liga 1 : Ojo Tanggung!
Terkait pengamanan selama Ramadan, Kapolda menyatakan bahwa perang sarung yang kerap terjadi pada tahun-tahun sebelumnya telah berhasil dikendalikan pada 2024, dan dengan teknologi ini diharapkan pengendalian keamanan di tahun 2025 bisa lebih baik lagi.
“Pada 2023 dan 2024 awal, perang sarung masih terjadi, tetapi kami mampu mengendalikannya. Dengan adanya sistem ini, patroli akan menjadi lebih efisien karena pergerakan masyarakat bisa diprediksi secara lebih akurat,” tambahnya.
Saat ini, Back Office Smart Province telah terintegrasi dengan 381 kamera CCTV yang tersebar di seluruh DIY.
Dalam waktu dekat, akan ada penambahan 16 kamera dengan fitur analitik khusus untuk memantau lalu lintas dan potensi gangguan keamanan di titik-titik kritis, termasuk jalur mudik yang padat.
“Kami tidak bekerja sendiri, ini adalah hasil kolaborasi dengan Pemda. CCTV milik Pemprov dan Pemkab telah digabungkan ke dalam sistem ini. Untuk titik-titik baru yang dipantau, jumlahnya sudah meningkat dari empat menjadi delapan, termasuk di jalur-jalur baru seperti Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS),” jelas Suwondo.
"Jadi kita tidak berdiri tunggal, tadi disampaikan Ngarsa Dalem, ini kolaborasi. Jadi kamera yang sudah ada eksis dijadikan satu, terintegrasi. 16 itu akan ditaruh dimana saja general Itu titik-titik kritis untuk lalu lintas dan potensi kamtibmas. termasuk jalur-jalur macet yang biasa dilalui arus mudik itu. Jalur yang padat itu pasti sudah terpasang dari kemarin, bahkan kita tambah dari JJLS yang jalur-jalur baru, makanya dulu waktu tahun 2023 kita menghitungnya selalu dari 4 pintu saja, Tempel, lalu Prambanan, dari Kulon Progo, satu lagi di wilayah Gunung Kidul," lanjutnya.
Suwondo juga menjelaskan bahwa keberadaan CCTV yang terpasang di berbagai titik di DIY awalnya difokuskan untuk pencegahan kejahatan.
Sebagai contoh, di kawasan Malioboro, jika jumlah kerumunan mencapai batas tertentu, sistem akan memberikan instruksi untuk menambah jumlah personel patroli guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
| NTT Adopsi Digitalisasi Pertanian DIY untuk Tekan Inflasi dan Bangun Pasar Bersama |
|
|---|
| Dukung Langkah Hukum Tegas Kasus Daycare Little Aresha, Sekda DIY Singgung Tanggung Jawab Moral |
|
|---|
| Sikapi Pemangkasan TKD, Eko Suwanto Dorong Pemda DIY Tempuh 5 Jalan Penyelamatan APBD |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Soal Kasus Daycare Little Aresha: Harapan Saya Ini yang Pertama dan Terakhir |
|
|---|
| Buntut Kekerasan di Little Aresha, DIY Evaluasi Izin Daycare, Siapkan Pendampingan Psikologis Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Harapan-Sultan-untuk-PSIM.jpg)