Liga 2

Erwan Ingatkan Pemain PSIM Yogyakarta, Perjuangan Belum Selesai, Fokus Hadapi Persiraja

Eks pelatih Pra-PON DIY ini meminta para pemainnya untuk membumi dan tetap bermain habis-habisan seperti tiga laga sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA / Almurfi Syofyan
JANGAN LENGAH: Pemain PSIM Yogyakarta saat menjalani sesi latihan tim di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto minta pemain jangan lengah lawan Persiraja di Stadion H. Dhimurthala, Banda Aceh pada Jumat (7/2/2025) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PSIM Yogyakarta tak boleh lengah meski tengah berada di atas angin jelang melakoni partai tandang kontra Persiraja Banda Aceh di matchday keempat babak 8 besar Liga 2 2024/2025.

Hal ini diingatkan oleh pelatih PSIM Yogyakarta, Erwan Hendarwanto jelang pertemuan kedua tim di Stadion H. Dhimurthala, Banda Aceh pada Jumat (7/2/2025) pukul 20.30.

"Kita nggak boleh merasa sudah selesai. Apa yang kita lakukan kemarin jangan dilihat lagi. Kita harus menatap pertandingan ke depan ini sebagai tugas awal lagi," ujar Erwan, Rabu (5/2/2025).

Apa yang diingatkan oleh Erwan memang betul adanya. Meski PSIM kini memuncaki klasemen Grup X babak 8 besar Liga 2 dengan koleksi 9 poin dari 3 laga, perolehan poin itu masih bisa disalip tim lain.

Persiraja, PSPS Pekanbaru dan Deltras FC sama-sama mengoleksi 3 poin dari 3 laga yang mereka lakoni.

Dengan menyisakan 3 laga, maka peluang tiga tim ini untuk menyalip PSIM di klasemen masih terbuka lebar.

Untuk itu, eks pelatih Pra-PON DIY ini meminta para pemainnya untuk membumi dan tetap bermain habis-habisan seperti tiga laga sebelumnya.

"Kita harus memulai lagi kayak pom bensin dari nol. Kita harus menginjakkan kaki terus," ucapnya.

Diakui Erwan, untuk memastikan kondisi para pemainnya dalam aura positif, tak jarang dirinya menyempatkan untuk berdiskusi secara intens dengan para pemain.

"Saya ini kan melatih manusia yang setiap hari setiap saat itu berbeda-beda kondisinya masing-masing. Kita tidak bisa memperlakukan semuanya sama. Yang terpenting ketika mereka datang frekuensinya harus disamakan dulu," ulasnya.

Pendekatan ini dilakukan Erwan agar pemain nyaman dan bisa menjalani instruksinya dengan baik. Sehingga, taktik yang ingin dilakukan dalam pertandingan bisa berjalan lancar.

"Mereka bahagia dulu. Kan fase awal sepakbola Indonesia itu kan kegembiraan. Ketika mereka ke profesional kan yang penting gembira dulu, senang dulu, akhirnya mereka mau melakukan apa yang kita mau," jelasnya.

Erwan pun menyebut tak memberikan perlakuan spesial bagi satu atau dua pemain karena semua pemain adalah sama dan sama-sama berperan untuk peningkatan prestasi PSIM.

"Kita berupaya dan berusaha memahami satu-satu pemain. Kalau saya bisa menempati diri ke mereka itu sebagai teman. Kita buat mereka suasana nyaman," jelasnya.

"Jangan sampai ada sedikit doa yang jelek dari mereka. Kita berupaya memaksimalkan yang ada sehingga semua merasa punya peran bahwa PSIM seperti ini itu berkat bersama," tukasnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved