Kondisi Membahayakan, Akses Jembatan Srandakan Lama Ditutup Total

Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko mengatakan langkah penutupan diambil karena kondisi jembatan dinilai berbahaya untuk dilewati kendaraan.

|
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Humas Polres Kulon Progo
JALAN DITUTUP : Penutupan Jembatan Srandakan Lama dari sisi Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur, Kulon Progo, Selasa (28/01/2025). Keputusan tersebut diambil karena kondisi jembatan yang saat ini berbahaya untuk dilewati kendaraan maupun orang. 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kepolisian Sektor (Polsek) Galur, Kulon Progo memutuskan menutup Jembatan Srandakan Lama pada Selasa (28/01/2025).

Penutupan juga melibatkan Polsek Srandakan, Bantul.

Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko mengatakan langkah penutupan diambil karena kondisi jembatan dinilai berbahaya untuk dilewati kendaraan.

"Bahaya muncul akibat pengaruh rusaknya Groundsill di selatan Jembatan Srandakan 2," jelasnya lewat keterangan tertulis.

Menurut Sarjoko, rusaknya Groundsill tersebut membuat endapan yang berada di bawah kaki Jembatan Srandakan Lama ikut tergerus.

Kondisi tersebut membuat jembatan rawan ambruk hingga bahaya dilewati kendaraan.

Keputusan untuk menutup akses tersebut diambil berdasarkan pembahasan bersama pemangku wilayah seperti Lurah Brosot dan Dukuh Blimbing Brosot.

Warga setempat pun juga sepakat dengan penutupan tersebut.

"Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, maka diputuskan Jembatan Srandakan Lama ditutup total dari akses kendaraan maupun orang," kata Sarjoko.

Penutupan dilakukan di kedua arah baik sisi barat (Kulon Progo) maupun timur.

Adapun penutupan sisi timur dilakukan oleh Polsek Srandakan, Bantul sebagai pemangku wilayah setempat.

Sebagai informasi, Jembatan Srandakan Lama sudah lama ditutup untuk akses lalu lintas kendaraan.

Sebab akses kendaraan kini melewati Jembatan Srandakan 2 yang ada di sisi selatan jembatan lama.

Sarjoko mengatakan penutupan tersebut dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa siang. Proses penutupan menggunakan water barrier dan melibatkan warga sekitar.

"Pengumuman juga dipasang di water barrier sebagai informasi untuk masyarakat," ujar Sarjoko.

Warga pun ikut berjaga dan mengawasi di sekitar jembatan sebagai antisipasi jika ada orang yang hendak melintas. Termasuk memberikan informasi ke masyarakat terkait penutupan tersebut.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved