Cerita Usaha Jenang Ayu Bu Sono Klaten Saat Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

pelaku usaha sekaligus perajin Jenang Ayu Bu Sono di Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.  meningkat 100-150 persen ketimbang

Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com/Dewi Rukmini
PRODUKSI JENANG: Pegawai Jenang Ayu Bu Sono sedang mengemas jenang di rumah produksi, Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (28/1/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Momen libur panjang Isra Miraj dan Imlek 2025 memberikan dampak tersendiri bagi pelaku usaha oleh-oleh di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Salah satunya pelaku usaha sekaligus perajin Jenang Ayu Bu Sono di Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Pengelola sekaligus anak pemilik Jenang Ayu Bu Sono, Agung Nugroho (40), mengatakan, permintaan dan produksi jenang ayu selama libur panjang kali ini mengalami peningkatan sekitar 100-150 persen dibanding hari biasa. 

Omsetnya pun juga turut meningkat 100-150 persen ketimbang hari biasanya. 

"Kalau hari biasa kami rata-rata memproduksi 1 kuintal (100 kg) adonan jenang. Tetapi sekarang saat libur panjang ini, minimal kami memproduksi 2 kuintal (200 kg) adonan jenang," ucap Agung kepada Tribunjogja.com, Selasa (28/1/2025). 

Oleh-oleh khas Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten itu telah terkenal dari mulut ke mulut. 

Sehingga meski hanya berjualan di rumah dan tidak menitipkan produk ke tempat lain. 

Jenang Ayu Bu Sono sudah laris diborong pembeli yang langsung datang ke rumah produksi di Desa Pacing, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

"Saat libur panjang seperti ini, kebanyakan yang datang dari luar kota karena utamanya untuk oleh-oleh. Ada yang dari Surabaya, Jakarta, Bandung, dan masih banyak lagi," ujarnya.

Dikatakan, sekali beli para pembeli bisa memborong jenang ayu sebanyak 15 kg, 20 kg, bahkan 30 kg. 

Terkadang para pembeli juga memesan produk lain yang diproduksi di rumah Bu Sono, yakni krasian, jadah, dan wajik. 

"Sebenarnya kalau Lebaran sama libur panjang kami memproduksi banyak varian semisal jadah, wajik, dan krasian. Tetapi kalau sehari-hari hanya fokus memproduksi jenang ayu," katanya. 

Jenang Ayu Bu Sono terbuat dari tepung ketan, kelapa, gula Jawa, dan jahe. 

Jenang tersebut dipotong kecil-kecil dalam dua kali gigitan dan dibungkus menggunakan kertas kecil. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved