Rencana Penutupan Plengkung Gading Yogyakarta, Begini Komentar Wamenpar Ni Luh Puspa
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa memberikan tanggapannya terkait rencana penutupan Plengkung Gading oleh Keraton Jogja
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana penutupan Plengkung Gading oleh Keraton Jogja mendapatkan banyak respons oleh masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa memberikan tanggapannya.
“Destinasi wisata itu dikelola oleh pemerintah daerah (Pemda), sehingga setiap kebijakan yang diambil, saya rasa sudah melalui kajian yang juga dilakukan oleh Pemda,” beber dia kepada wartawan di Sleman, Senin (27/1/2025).
Dia mengatakan, jika wacana tersebut menuai pro dan kontra, maka dari Kemenpar siap untuk mendiskusikan dengan Pemda DIY.
Lalu lintas padat di kawasan Plengkung Gading, Kota Yogyakarta, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Alam (DPUP ESDM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Anna Rina Herbranti, mengungkapkan bahwa guncangan akibat kendaraan yang melintas di kawasan tersebut dapat memperburuk kerusakan Plengkung Gading, yang merupakan cagar budaya.
"Lalu lintas yang padat, ditambah kondisi Plengkung yang mulai mengalami retak, menjadi alasan kita harus melindungi cagar budaya ini dari kerusakan lebih lanjut," ujar Anna saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Kamis (23/1/2025).
Rencana penutupan Plengkung Gading mulai mencuat, meskipun hingga saat ini belum direalisasikan.
Anna menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi dan pengkajian terkait pengalihan arus lalu lintas sebelum penutupan dilakukan.
"Penutupan akan dilakukan setelah uji coba, dan tentunya akan disiapkan jalur alternatif bagi masyarakat, misalnya melalui jalur timur," jelasnya.
Anna menegaskan pentingnya penataan manajemen lalu lintas di kawasan tersebut agar dampak penutupan dapat diminimalkan.
"Kami akan memastikan ada uji coba terlebih dahulu dan memberikan informasi yang cukup kepada masyarakat sebelum kebijakan diterapkan," tambahnya.
Penutupan ini hanya akan diberlakukan untuk Plengkung Gading, sedangkan Plengkung Wijilan tetap dibuka untuk lalu lintas masyarakat.
"Penutupan ini hanya untuk Plengkung Gading," imbuh Anna.
Rencana penutupan Plengkung Gading juga merupakan bagian dari penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta, yang menjadi salah satu warisan budaya dunia UNESCO.
Penataan ini mencakup infrastruktur dari Panggung Krapyak hingga Alun-Alun Utara. (Ard)
Satu Unit Mobil Patwal Bertuliskan Polresta Surakarta Diserang Massa di depan Mapolda DIY |
![]() |
---|
Gas Air Mata Ditembakkan, Halau Massa di Mapolda DIY |
![]() |
---|
16 Klub Ikuti Turnamen Tenis Piala Bupati Klaten 2025, Ini Harapan Bupati Hamenang |
![]() |
---|
Dua Unit Mobil Terbakar dalam Aksi Gabungan di Mapolda DIY |
![]() |
---|
Aksi Massa di Jogja, Satu Mobil Terbakar di Halaman Mapolda DIY |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.