Ini Dia DeepSeek Buatan China Pesaing ChatGPT, Lebih Canggih, Paman Sam Bisa Ketar-Ketir
AI makin berkembang dan banyak dibutuhkan orang, Pembuat ChatGPT, OpenAI memiliki banyak kompetitor di bidang kecerdasan buatan.
TRIBUNJOGJA.COM - Kecerdasan buatan atau AI makin berkembang dan banyak dibutuhkan orang,
Pembuat ChatGPT, OpenAI memiliki banyak kompetitor di bidang kecerdasan buatan (AI).
Dua di antaranya seperti Meta yang membuat model AI Llama 3.1, hingga Anthropic yang menggarap model AI Claude-3.5.
Meski demikian, sebagian besar kompetitor ChatGPT berasal dari Amerika Serikat (AS), negara yang sama seperti OpenAI.
Kini, perusahaan yang dipimpin Sam Altman tersebut memiliki kompetitor dari China yang dijuluki DeepSeek.
Menurut laman resminya, DeepSeek menawarkan dua model AI yang memiliki fungsi berbeda, yaitu DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1.
Kedua model AI ini diklaim bisa bekerja lebih efisien dibanding model AI yang ada di pasar. Hal inilah yang membuat AS ketar-ketir.
DeepSeek-V3 dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan dan menjawab banyak hal, mulai dari pertanyaan sehari-hari di banyak bidang, hingga tugas kompleks yang melibatkan persoalan matematika dan logika. DeepSeek V3 merupakan kompetitor GPT-4o.
Sementara itu, DeepSeek-R1 merupakan model AI yang diklaim akan berjalan lebih efisien dibanding model AI lainnya yang ada di pasar.
Dalam website resmi mereka, DeepSeek mengatakan model AI ini bisa bersaing dengan model AI o1 milik OpenAI.
Di situs web resmi mereka, DeepSeek mengeklaim bahwa dibandingkan dengan beberapa model AI yang ada di pasar, model AI mereka ini unggul dalam sejumlah benchmark AI populer.
Pada benchmark uji coba pemahaman terhadap konteks (DROP, 3-shot F1), misalnya, DeepSeek V3 diklaim memiliki skor performa 91,6 poin, lebih tinggi dari Llama 3.1, Claude 3.5, dan GPT-4o yang masing-masing memiliki skor 88,7, 88,3, dan 83,7 poin.
Kemudian untuk memecahkan persoalan matematika level internasional macam AIME 2024, MATH-500, hingga CNMO 2024, DeepSeek V3 memiliki skor performa untuk masing-masing benchmark mencapai 39,2, 90,2, dan 43,2 poin.
Di benchmark serupa, Llama 3.1, Claude-3.5, dan GPT-4o masing-masing memiliki skor performa AIME 2024, MATH-500, dan CNMO 2024 mencapai 23,3, 73,8, dan 6,8 poin, 16,0, 78,3, dan 13,1 poin, dan 9,3, 74,6, dan 10,8 poin.
DeepSeek juga mengeklaim model AI DeepSeek-R1 mereka lebih unggul dibanding o1 milik OpenAI, di beberapa benchmark pihak ketiga.
| Fenomena 'AI-Relationship', Saat Gen Z Lebih Nyaman Berteman dan Curhat ke ChatGPT |
|
|---|
| Sering Curhat ke AI? Waspadai Resiko dan Kenali Tips Bijak Penggunaanya! |
|
|---|
| SIAPA ITU GROK? Sosok AI yang Kerap Dimintai Kebenaran Netizen di X, Ini Profil dan Kontroversinya |
|
|---|
| Ramalan AI dari Ampas Kopi Bikin Rumah Tangga Retak |
|
|---|
| Bagaimana Model AI DeepSeek Bisa Dimanfaatkan untuk Pelayanan Publik? Begini Caranya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/deepseek-china-ai.jpg)